banner 728x250

PRABOWO PECAT KEPALA PCO? Ternyata Ini Sosok Baru yang Akan Gantikan Hasan Nasbi – Langkah Strategis atau Revolusi Komunikasi Istana?

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto membuat kejutan dengan menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden, Kamis (17/4/2025). Langkah ini memicu spekulasi apakah ada perubahan besar dalam strategi komunikasi Istana, terutama di tengah sorotan terhadap kinerja Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang dikepalai Hasan Nasbi.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukannya tidak memerlukan pelantikan khusus. “Tidak perlu dilantik. Kita semua diharapkan menjadi juru bicara, terutama saya sebagai Mensesneg yang diminta untuk lebih aktif,” ujarnya kepada wartawan. Meski demikian, ia menekankan bahwa PCO tetap beroperasi normal dan ia hanya membantu memperkuat komunikasi pemerintah.

banner 325x300

Profil Prasetyo Hadi: Dari Aktivis Gerindra hingga Juru Bicara Presiden
Lahir di Ngawi, 28 Oktober 1979, Prasetyo Hadi memulai karier dari dunia aktivisme politik sebelum akhirnya menjadi salah satu tokoh kunci di Partai Gerindra. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Gerindra, serta sukses membawa partai tersebut meraih posisi strategis di parlemen.

Pendidikannya di SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) membentuknya menjadi sosok yang disiplin dan visioner. Sebelum terjun ke politik, ia pernah memimpin perusahaan strategis seperti PT Sentra Strategis Indonesia dan PT Tusam Hutani Lestari.

Pada Pemilu 2019, Prasetyo berhasil meraih 34.522 suara di Dapil Jawa Tengah VI, meliputi Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo. Kiprahnya di DPR RI sebagai anggota Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan reformasi birokrasi semakin mengukuhkan namanya sebagai politisi yang kompeten.

Mengapa Prabowo Memilih Prasetyo?
Penunjukan Prasetyo sebagai Jubir Presiden dinilai sebagai langkah cerdas Prabowo untuk memperkuat citra komunikasi pemerintah. Beberapa analis politik menyebut bahwa Prabowo membutuhkan figur yang tak hanya memahami politik dalam negeri, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan lugas dan elegan.

Langkah ini juga dianggap sebagai respons terhadap kritik terhadap performa PCO di bawah Hasan Nasbi, yang baru-baru ini menuai kontroversi karena komentarnya tentang pengiriman kepala babi ke kantor Tempo. Meski Hasan membantah isu pengunduran dirinya, penunjukkan Prasetyo seolah memberi sinyal bahwa Istana ingin perubahan dalam penyampaian informasi publik.

Apa Dampaknya bagi Pemerintahan Prabowo?
Dengan pengalaman Prasetyo di birokrasi dan politik, ia diharapkan bisa menjadi jembatan yang efektif antara Istana, media, dan masyarakat. Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi titik balik positif bagi komunikasi pemerintahan Prabowo yang selama ini kerap dianggap kurang terstruktur.

Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana ia bisa berkoordinasi dengan PCO tanpa menimbulkan dualisme kebijakan. Apakah ini awal dari transformasi komunikasi Istana atau sekadar tambahan peran bagi seorang menteri? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal yang pasti: Prabowo sedang membuktikan bahwa ia tak ragu melakukan terobosan, bahkan dalam hal yang sering dianggap sepele seperti juru bicara. Dan Prasetyo Hadi, dengan segudang pengalamannya, siap menjadi wajah baru diplomasi komunikasi Indonesia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *