investigasiindonesia.com – Universitas Mataram (Unram) membuka babak baru dalam internasionalisasi pendidikan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Panpacific University, Filipina. Kerja sama ini diresmikan secara virtual pada 15 April lalu, menghubungkan dua institusi pendidikan tinggi dalam upaya memperkuat pertukaran akademik, kolaborasi penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo, memimpin delegasi yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, para dekan, serta perwakilan Kantor Urusan Internasional (KUI). Sementara itu, Panpacific University diwakili oleh Dr. Jane M. Fernandez (Wakil Presiden Bidang Keuangan), Dr. Gina Lee M. Santos (Wakil Presiden Bidang Pengembangan SDM), dan Mr. Kristoffer John C. Panem (Kepala Kantor Internasionalisasi), beserta tim pendukung.
Dalam sambutannya, Prof. Bambang menyoroti peran Dr. Dewi Satria, salah satu akademisi Unram, yang menjadi penggerak utama terwujudnya kerja sama ini. “Inisiatif Dr. Dewi bermula dari diskusi saat Pelatihan Internasionalisasi Global di ITS Surabaya. Dedikasinya, didukung penuh oleh kedua universitas, membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jaringan akademik Unram di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam program pertukaran, riset bersama, serta pengembangan kurikulum berstandar global. Panpacific University, yang dikenal dengan pendekatan inovatif dalam pendidikan, diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di Unram.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen untuk memajukan pendidikan tinggi, kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa Unram terus melangkah percaya diri di panggung internasional. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi Indonesia untuk bersaing secara global.
Ke depan, kedua universitas berencana menggelar serangkaian kegiatan konkret, termasuk program student exchange, joint research, dan konferensi internasional. Diharapkan, sinergi ini tidak hanya memberi manfaat bagi civitas akademika kedua belah pihak, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan di tingkat regional maupun global.


















