banner 728x250
Berita  

Donald Trump Siap Ledakkan Perang Dagang Global, BRICS di Ambang Konflik Ekonomi Total

banner 120x600
banner 468x60

2 Desember – Dunia ekonomi global berada di ujung tanduk setelah ancaman perang dagang Donald Trump mencuat. Presiden terpilih Amerika Serikat itu menargetkan negara-negara anggota BRICS dan memperingatkan dampak serius jika mereka melanjutkan rencana menggantikan dolar AS sebagai mata uang transaksi internasional.

Dalam serangan terbarunya, Trump menegaskan bahwa negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, bersama anggota baru BRICS seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Ethiopia, akan menghadapi tarif 100 persen jika mereka menciptakan mata uang baru atau mendukung alternatif yang menggantikan dominasi dolar AS.

banner 325x300

“Mereka akan menghadapi tarif 100 persen dan harus mengucapkan selamat tinggal pada akses ke pasar ekonomi AS yang luar biasa,” tulis Trump di platform Truth Social.

BRICS di Persimpangan: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar

Ancaman Trump datang saat negara-negara BRICS semakin vokal dalam mengkritisi dominasi dolar AS. Pada Oktober lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terang-terangan mengecam penggunaan dolar sebagai alat politik oleh AS. Putin bahkan mendorong pembentukan sistem pembayaran internasional baru yang dirancang untuk melindungi negara-negara dari hegemoni dolar.

Langkah ini tak hanya mencerminkan perlawanan terhadap Amerika Serikat, tetapi juga sinyal kuat dari BRICS untuk memperluas pengaruh ekonomi mereka di panggung global. Dengan tambahan negara-negara seperti Iran dan Arab Saudi, BRICS semakin bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi tandingan yang menakutkan bagi Barat.

Krisis Inflasi dan Lonjakan Harga: AS Menggali Lubangnya Sendiri?

Jika ancaman tarif 100 persen diterapkan, dampaknya akan menghantam perekonomian AS dengan keras. Biaya barang impor dari negara-negara BRICS diperkirakan melambung tinggi, memicu inflasi yang lebih buruk daripada proyeksi sebelumnya. Dampaknya bisa memengaruhi daya beli masyarakat AS dan memperburuk ketidakstabilan ekonomi dalam negeri.

“Ini adalah proposal yang sangat keras,” kata Stephen Innes dari SPI Asset Management. “Kebijakan ini mencerminkan pendekatan ekonomi ‘America First’ Trump, tetapi risikonya adalah AS justru akan merusak dirinya sendiri.”

Perang Dagang atau Perang Global Ekonomi?

Langkah agresif Trump bukanlah yang pertama. Sebelumnya, dia pernah mengancam tarif tinggi pada Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Namun, kali ini ancaman tersebut memiliki potensi eskalasi yang jauh lebih luas. Dengan BRICS mewakili hampir separuh populasi dunia dan sejumlah besar sumber daya alam global, perang dagang dengan mereka dapat memicu krisis ekonomi yang meluas.

Para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan Trump berisiko menciptakan perang dagang global, yang tidak hanya merugikan negara-negara BRICS tetapi juga memperparah situasi ekonomi AS sendiri. Arus perdagangan global yang terganggu bisa mengubah keseimbangan geopolitik ekonomi dan menciptakan kekacauan yang sulit dikendalikan.

Diplomasi dalam Bayangan Konflik

Komunitas internasional kini menahan napas. Ancaman Trump memaksa negara-negara untuk mempertimbangkan kembali strategi diplomatik mereka. Sementara itu, para investor global mulai resah dengan potensi ketidakstabilan yang dapat mengguncang pasar.

Ketegangan ini tidak hanya menyoroti perpecahan geopolitik yang semakin tajam, tetapi juga membawa dunia ke persimpangan sejarah. Akankah ancaman Trump menjadi pemicu awal perang dagang terbesar abad ini, atau justru menjadi pemicu munculnya tatanan ekonomi dunia yang baru? Dunia hanya bisa menunggu dan menyaksikan perkembangan berikutnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *