banner 728x250

NTB-Bali Kolaborasi Pecah Kebuntuan! Truk Ternak Meluncur Deras, Peternak Senyum Lega

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Inovasi cepat dari Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal (LMI) berbuah manis. Dengan koordinasi intensif bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, puluhan truk pengangkut ternak yang sempat mengantre panjang di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas akhirnya bisa melaju lancar menuju Jawa. “Alhamdulillah, Pak Gubernur Bali merespons positif permohonan kita. Truk ternak boleh melintas di Bali dengan aturan yang disepakati,” ujar Iqbal, Selasa (22/4), dengan nada optimistis.

Tak main-main, Iqbal memastikan seluruh proses perlintasan dilakukan dengan protokol ketat. Mulai dari pengaturan jam operasional malam hari untuk menghindari kemacetan, hingga pengawasan ketat kondisi kesehatan hewan. “Saya minta dinas terkait memastikan pakan dan air minum ternak tercukupi. Tidak boleh ada kompromi soal kesejahteraan hewan,” tegasnya.

banner 325x300

Langkah progresif ini langsung diapresiasi kalangan peternak. Salah satunya, Ahmad Yani, pemilik 15 ekor sapi asal Lombok Tengah, mengaku lega setelah sempat khawatir ternaknya stres akibat antrean berhari-hari. “Dengar kabar truk bisa berangkat cepat, saya langsung bersyukur. Ini bukti pemerintah benar-benar dengar suara rakyat,” ujarnya sambil tersenyum.

Di balik kesuksesan ini, ada kerja keras tim gabungan. Dinas Peternakan NTB mengerahkan puluhan dokter hewan untuk pemeriksaan ternak sebelum pengiriman. Sementara BPBD menyiagakan tangki air darurat, dan Dinas Perhubungan menambah frekuensi kapal besar dari semula tiga hari sekali menjadi dua hari sekali. “Kami juga koordinasi dengan otoritas pelabuhan di Bali untuk percepat bongkar muat,” jelas Kepala Dishub NTB, Taufik Hidayat.

Dukungan juga mengalir dari DPRD NTB. Wakil Ketua Lalu Wirajaya mendorong adanya penambahan armada kapal secara permanen untuk antisipasi lonjakan ekspor ternak ke depan. “Kejadian ini jadi pembelajaran berharga. Ke depan, kita harus punya sistem yang lebih solid,” ucapnya.

Kabarnya, kolaborasi NTB-Bali ini akan berlanjut dengan skema pengiriman ternak berbasis real-time tracking. “Kita sedang bahas dengan startup lokal untuk buat sistem pemantauan kondisi ternak selama perjalanan. Jadi, peternak bisa pantau via handphone,” ungkap Iqbal penuh semangat.

Dengan terpecahnya kebuntuan ini, geliat ekonomi peternak NTB diprediksi semakin menggelora. Data Dinas Peternakan mencatat, rata-rata 1.500 ekor sapi dikirim ke Jawa setiap pekan—kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. “Ini baru awal. Kita akan terus ciptakan terobosan untuk rakyat,” tandas Iqbal, menutup dengan optimisme tinggi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *