banner 728x250

Lombok Timur Siaga Pancaroba! Ini Tips Jitu Jaga Kesehatan di Cuaca Ekstrem

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dinas Kesehatan Lombok Timur mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi masa pancaroba—peralihan musim hujan ke kemarau—yang kerap memicu gangguan kesehatan. Tanpa perlu dikhawatirkan berlebihan, langkah sederhana bisa menjadi tameng ampuh melawan ancaman penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Pathurrahman, menjelaskan bahwa cuaca tak menentu selama pancaroba membuat tubuh rentan kehilangan imunitas. “Flu, batuk, dan pilek mudah menyerang jika kita abai,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa kewaspadaan tanpa kepanikan adalah kunci utama. Data terbaru menunjukkan, kunjungan ke puskesmas justru menurun drastis usai lonjakan pasca-Lebaran, tapi gejala penyakit ringan tetap harus diantisipasi.

banner 325x300

Lawan Pancaroba dengan Gaya Hidup Super!
Pathurrahman membagikan strategi praktis untuk tetap fit di cuaca ekstrem:

Isi Bahan Bakar Tubuh: Konsumsi makanan bergizi tinggi seperti sayuran hijau, buah kaya vitamin C, dan protein rendah lemak.

Hidup Sehat itu Mudah: Rajin cuci tangan, bersihkan lingkungan dari genangan air, dan pakai masker jika berada di keramaian.

Gerak Tak Boleh Macet: Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari bisa meningkatkan ketahanan tubuh.

Tidur adalah Senjata Rahasia: Istirahat 7-8 jam per hari membantu pemulihan sel-sel tubuh.

“DinKES Lombok Timur sudah siaga pantau perkembangan penyakit melalui puskesmas di semua kecamatan. Tapi, masyarakat juga harus jadi pahlawan bagi diri sendiri,” pesannya. Ia mengajak warga segera ke fasilitas kesehatan jika gejala seperti demam atau sesak napas muncul, agar penanganan lebih cepat.

Fakta Menarik: Pancaroba Bisa Jadi Momentum Hidup Lebih Sehat!
Momen pancaroba, menurut Pathurrahman, justru bisa dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif. “Jangan tunggu sakit untuk mulai peduli kesehatan,” tegasnya. Dengan disiplin menerapkan tips di atas, pancaroba tak lagi jadi momok, malah peluang menguatkan tubuh.

Masyarakat Lombok Timur pun menyambut imbauan ini dengan antusias. “Saya malah jadi lebih rajin minum jahe dan kurangi junk food sejak dapat info ini,” kata Siti, warga Selong. Dinas Kesehatan berharap kolaborasi antara kesadaran individu dan sistem pemantauan mereka bisa menekan risiko penyakit musiman.

“Musim boleh berubah, tapi semangat hidup sehat harus tetap menyala!” seru Pathurrahman penuh semangat. Yuk, jadikan pancaroba tahun ini sebagai awal transformasi kesehatan!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *