banner 728x250

Jadwal Keberangkatan Haji NTB 2025 Dimulai Hari Ini, 12 Kloter Siap Berangkat ke Tanah Suci

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kemenag NTB) telah merilis jadwal resmi operasional keberangkatan dan pemulangan jamaah haji dari Embarkasi Lombok (LOP) untuk musim haji 1446 H/2025 M. Sebanyak 12 kloter (kelompok terbang) jamaah dari berbagai kabupaten/kota di NTB akan diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini, 1 Mei, hingga 17 Mei 2025 dalam dua gelombang pemberangkatan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, menyampaikan bahwa kloter pertama akan mulai memasuki Asrama Haji Lombok pada 1 Mei 2025. Seluruh jamaah diperkirakan kembali ke tanah air dalam rentang waktu 12 hingga 27 Juni 2025. “Jadwal ini bersifat dinamis dan dapat menyesuaikan dengan kondisi operasional penerbangan serta kebijakan nasional. Kami mengimbau jamaah untuk selalu memantau informasi terbaru dan mempersiapkan diri dengan matang, baik fisik, mental, maupun administrasi,” jelas Zamroni, Selasa (29/4).

banner 325x300

Dari Embarkasi Lombok, total 12 kloter akan diberangkatkan menuju Tanah Suci, dengan jumlah jamaah per kloter berkisar antara 221 hingga 393 orang. Kloter 1 asal Lombok Barat, terdiri dari 385 jamaah, akan memasuki asrama pada 1 Mei dan berangkat ke Arab Saudi pada 2 Mei pukul 01.50 WITA. Berikutnya, Kloter 2 dari Lombok Tengah (384 jamaah) masuk asrama 2 Mei dan berangkat 3 Mei pukul 06.00 WITA. Sementara Kloter 3 asal Mataram (386 jamaah) berangkat pada 4 Mei pukul 11.50 WITA.

Pemberangkatan akan berlanjut hingga 17 Mei dengan Kloter 12 yang membawa 221 jamaah asal Lombok Barat, Sumbawa, dan Dompu. Seluruh penerbangan akan dilayani oleh Garuda Indonesia melalui Bandara Internasional Lombok. “Fasilitas pendukung di Asrama Haji telah disiapkan secara optimal untuk memastikan kenyamanan jamaah sejak kedatangan hingga keberangkatan,” tambah Zamroni.

Di sisi lain, Ketua Tim Akomodasi dan Perlengkapan Haji NTB, Ali Syahban, mengonfirmasi bahwa biaya hidup (living cost) jamaah haji reguler tahun ini tetap sebesar Rp 3.187.500 per orang, setara dengan 750 riyal Arab Saudi (kurs Rp 4.250/SAR). “Dana tersebut akan dibagikan langsung saat jamaah tiba di asrama melalui sistem One Stop Service,” ujarnya.

Meski nilai riyal terhadap rupiah fluktuatif, nominal yang diterima jamaah tidak berubah karena telah dianggarkan sebelumnya. Ali juga menegaskan tidak ada larangan membawa uang tambahan di luar living cost, meski rata-rata jamaah membawa maksimal Rp 50 juta tunai. “Ada yang berbelanja emas hingga Rp 100 juta di Tanah Suci, dan itu masih dalam batas wajar,” ungkapnya.

Pemerintah disebut menanggung subsidi besar dalam penyelenggaraan haji tahun ini, dengan biaya per jamaah mencapai sekitar Rp 100 juta. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat tanpa mengurangi kualitas layanan. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh, jamaah haji NTB diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dengan selamat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *