investigasiindonesia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah siap menghadirkan solusi transportasi ramah pelajar dengan menyediakan layanan bis sekolah gratis mulai tahun ajaran baru mendatang. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan siswa terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Kepala Dishub Lombok Tengah, H Lalu Herdan, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul sebagai respons atas tingginya jumlah pelajar SMP dan SMA yang mengendarai sepeda motor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM). “Banyak siswa yang belum cukup umur untuk berkendara, tetapi tetap menggunakan motor ke sekolah. Ini berpotensi meningkatkan angka kecelakaan dan kemacetan,” ujarnya pada Senin (5/5).
Pada tahap awal, program akan diujicobakan di wilayah Praya selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima unit kendaraan dinas. Bis akan beroperasi secara bergilir menyesuaikan rute dan konsentrasi siswa. “Kami akan identifikasi daerah dengan jumlah pelajar terbanyak, seperti sekitar Taman Biao di Praya Tengah. Tujuannya memastikan layanan tepat sasaran,” tambah Herdan.
Jika respons masyarakat positif, Dishub berencana menggandeng pihak swasta atau operator angkutan umum untuk memperluas layanan. “Kami ingin ciptakan budaya transportasi berkelanjutan di kalangan pelajar. Ke depan, program ini bisa menjadi model bagi daerah lain,” pungkasnya.
Program ini tidak hanya mendukung keselamatan berlalu lintas, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor. Orang tua dan sekolah pun menyambut baik langkah progresif ini sebagai terobosan positif bagi dunia pendidikan.


















