banner 728x250

NTB Jadi Prioritas Program Optimasi Lahan Pertanian, Anggaran Rp60 Miliar Digelontorkan untuk Tingkatkan Produksi Padi

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu provinsi penerima manfaat program Optimasi Lahan (Oplah) tahun ini. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian.

Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementan, Andi Herinda Rahmawan, menyatakan bahwa NTB dipilih karena komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda ketahanan pangan, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden. “Kami telah berkoordinasi dengan Gubernur NTB, Lalu Gita Iqbal, untuk memastikan program ini berjalan optimal,” ujarnya dalam pertemuan pada Selasa (6/5).

banner 325x300

Program Oplah fokus pada perbaikan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, tanggul, dan pintu air, serta penerapan teknologi modern dan penggunaan pupuk yang tepat. Dengan anggaran Rp60 miliar, program ini akan menjangkau lahan seluas 10.574 hektare yang tersebar di enam kabupaten. Tujuannya, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1 menjadi 2, sehingga lahan yang sebelumnya hanya ditanami sekali setahun bisa menghasilkan dua kali panen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi gabah kering giling (GKG) NTB pada 2024 mencapai 1,45 juta ton, turun 5,53% dibanding 2023. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya luas panen sebesar 2,02%. Melalui Oplah, Kementan berharap produksi padi NTB kembali meningkat dan berkontribusi pada swasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, H Muhammad Taufieq, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk mendukung program ini. Selain itu, NTB juga memanfaatkan ribuan pompa air bantuan Kementan guna mengatasi tantangan kemarau basah yang terjadi tahun ini.

“Kami telah menerima 8.621 unit pompa sejak 2024, meski baru 5.500 unit yang terserap. Pompa-pompa ini akan menjadi solusi ketersediaan air di musim kemarau,” jelas Taufieq.

Kolaborasi antarinstansi, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas PUPR NTB, juga digalakkan untuk memastikan keberhasilan program. Andi menegaskan, sinergi ini krusial agar target peningkatan produksi padi tercapai sesuai harapan pemerintah pusat dan daerah.

Dengan langkah strategis ini, NTB diharapkan menjadi contoh sukses transformasi pertanian modern yang berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *