banner 728x250

Bupati Lombok Tengah dan Istri Akhirnya Berangkat Haji Setelah Sempat Tertunda Dua Kali

banner 120x600
banner 468x60

investiigasiindonesia.com – puluhan warga Lombok Tengah (Loteng) memadati Asrama Haji Embarkasi Lombok di Mataram, Rabu (7/5), menyusul kabar bahwa Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, bersama istrinya, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, kembali mengalami penundaan keberangkatan haji. Padahal, keduanya seharusnya terbang dalam Kloter 6 pada Kamis (8/5).

Ini merupakan kali kedua Bupati Loteng tertunda berangkat haji setelah sebelumnya gagal berangkat bersama Kloter 2. Informasi terakhir menyebutkan, pasangan ini akan digabung dengan Kloter 8, yang terdiri dari jemaah Kabupaten Bima dan Sumbawa.

banner 325x300

Awalnya, pelepasan Bupati Loteng direncanakan berlangsung di Masjid Agung Praya pada Rabu (7/5), sebelum terbang ke Tanah Suci keesokan harinya. Namun, dari seluruh calon jemaah haji (CJH) Kloter 6, hanya Bupati dan istrinya yang mengalami penundaan. Hal ini memicu kekecewaan warga yang mendatangi asrama haji sekitar pukul 10.50 WITA, menuntut penjelasan resmi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Zamroni Aziz.

Miskomunikasi Jadi Penyebab
Kepala Kemenag Loteng, H. Nasrullah, mengonfirmasi bahwa penundaan Bupati dan istrinya baru diketahui pada pukul 03.00 WITA. Meski visa dan persyaratan lain sudah lengkap, pihaknya enggan membeberkan alasan penundaan, menyebut hal itu sebagai kebijakan Kanwil Kemenag NTB.

“Ada miskomunikasi karena Kabag Kesra tidak menyampaikan informasi ini ke Bupati. Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati, tetapi tetap terjadi kesalahan informasi,” ujar Nasrullah.

Bupati Pathul Bahri mengaku kaget karena sebelumnya tidak mendapat pemberitahuan resmi. Ia bahkan sudah berada di asrama haji dan siap berangkat. “Visa saya sudah keluar, tiba-tiba diubah tanpa penjelasan. Ini hanya terjadi di NTB,” ungkapnya dengan nada kesal.

Protes Warga dan Janji Kakanwil
Ketegangan memuncak ketika paman Bupati, Lalu Marta Wijaya, mengecam keras penundaan tersebut. “Ini simbol kehormatan Lombok Tengah. Jangan main-main!” serunya. Ia bahkan mengancam akan memobilisasi massa lebih besar dan menutup akses Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) jika Bupati kembali tertunda.

Menanggapi hal itu, Kakanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, akhirnya muncul dan memberikan kepastian. “Bupati Loteng akan berangkat di Kloter 6. Saya jamin. Kalau tidak, saya berhenti jadi Kakanwil,” tegasnya di hadapan massa.

Zamroni meminta maaf atas kesimpangsiuran informasi dan menjelaskan bahwa masalah terjadi karena kurangnya koordinasi internal. “Kami bekerja hingga subuh dan ada informasi yang tidak tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Kepastian Akhir dan Pelajaran Berharga
Setelah melalui ketegangan, akhirnya dipastikan bahwa Bupati Pathul Bahri dan istrinya tetap berangkat sesuai jadwal Kloter 6. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag NTB, Lalu Muhammad Amin, menegaskan, “Saya pastikan Bupati Lombok Tengah berangkat bersama jemaah Kloter 6.”

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi penyelenggaraan haji. Warga pun akhirnya pulang dengan lega setelah mendapat kepastian bahwa pemimpin mereka tidak lagi tertunda menunaikan ibadah haji.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *