banner 728x250

Sektor Pertanian NTB Jadi Penopang Ekonomi di Tengah Tantangan, Proyeksi Tumbuh Lebih dari 5%

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah pada awal 2025, terutama dipengaruhi oleh ketidakstabilan sektor pertambangan. Namun, di balik tantangan tersebut, optimisme tetap mengemuka berkat ketahanan sektor pertanian yang terus menunjukkan kinerja positif.

Bank Indonesia (BI) NTB memproyeksikan sektor pertanian akan tumbuh signifikan tahun ini, bahkan berpotensi mencapai 6,1% hingga 6,9%. Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Berry Arifsyah Harahap, menyebut cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor pendorong utama.

banner 325x300

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi NTB di luar sektor non-tambang. Visi pemerintah daerah sejalan dengan program BI untuk memperkuat peran sektor ini,” ujar Berry, Rabu (7/5).

Meski pertumbuhan triwulan I-2025 terkontraksi, konsumsi rumah tangga di NTB justru meningkat, menunjukkan daya beli masyarakat tetap stabil. Hal ini tidak lepas dari kontribusi sektor pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi penggerak utama perekonomian lokal.

Berry menekankan pentingnya pengembangan pertanian secara menyeluruh, mulai dari pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, hingga perikanan. Ia mendorong Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri untuk terus berkomitmen meningkatkan produktivitas sektor ini.

Salah satu strategi yang digarisbawahi adalah optimalisasi hasil pertanian, seperti peningkatan produksi padi dari 6 ton per hektare menjadi 9 ton per hektare melalui penggunaan bibit unggul. Selain itu, potensi rumput laut di NTB dinilai sangat menjanjikan, mengikuti kesuksesan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah membangun industri pengolahan untuk ekspor.

Hilirisasi produk pertanian dan perikanan juga menjadi kunci untuk menambah nilai ekonomi. Dengan pendekatan yang tepat, NTB dapat memaksimalkan sumber daya alamnya dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.

“Dengan pertanian yang kuat dan produktivitas yang terus ditingkatkan, kami yakin ekonomi NTB akan pulih dan tumbuh lebih baik dibanding 2024,” tegas Berry.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengatasi tantangan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi ekonomi NTB yang lebih berkelanjutan di masa depan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *