Lombok Utara kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat pertanian strategis di Nusa Tenggara Barat. Fokus utama kali ini adalah produksi jagung, dengan target produksi hingga 500 ton dalam satu musim tanam. Salah satu lokasi strategis yang menjadi pusat penanaman adalah lahan kosong di sekitar Mapolres Lombok Utara, yang kini dioptimalkan untuk menanam komoditas ini.
Petugas Dinas Pertanian Lombok Utara menyatakan optimisme tinggi terhadap keberhasilan program ini. “Jagung menjadi komoditas penting dalam menyumbang ketahanan pangan. Dengan tata kelola yang baik, hasil panen tahun ini diprediksi akan jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya,” ungkap salah satu petugas.
Peningkatan hasil panen ini juga tidak lepas dari dukungan teknologi dan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara pemupukan yang benar. Menurut panduan teknis, pemupukan pertama dilakukan pada usia 10 hingga 20 hari setelah tanam, sementara pemupukan lanjutan dilakukan pada usia 30 dan 45 hari. “Dosis yang tepat sangat penting. Satu genggam pupuk dapat digunakan untuk tiga batang tanaman jagung. Ini sederhana, tetapi sangat efektif,” jelas petugas.
Tidak hanya dinas pertanian, pihak kepolisian juga turut ambil bagian dalam mendukung program ini. Kapolres Lombok Utara, AKBP Didik Putra Kuncoro, mengatakan bahwa Mapolres telah memulai langkah nyata dengan melakukan pemupukan perdana di lahan yang mereka kelola. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di Lombok Utara, sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Keterlibatan berbagai pihak dalam program ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Program ini juga dianggap sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan lahan kosong yang sebelumnya tidak produktif. Hasil yang diharapkan tidak hanya mencakup produksi jagung yang melimpah, tetapi juga peningkatan kesejahteraan petani lokal.
Keberhasilan ini juga menjadi peluang untuk memasarkan jagung Lombok Utara ke luar daerah, dengan fokus pada kualitas produk. Petugas dinas pertanian menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada petani agar teknik budidaya yang mereka gunakan dapat terus ditingkatkan.
Dalam kunjungannya ke lokasi penanaman, beberapa petani mengaku optimis akan hasil panen yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami sudah mengikuti arahan dari dinas pertanian. Dengan dukungan ini, kami yakin hasil panen kali ini akan luar biasa,” ungkap seorang petani.
Program ini juga memberikan dampak positif terhadap keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Beberapa komunitas pemuda di Lombok Utara telah menunjukkan minat untuk ikut serta dalam kegiatan ini, baik sebagai petani maupun sebagai inovator dalam teknologi pertanian.
Lombok Utara kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi produsen jagung utama di NTB. Dengan target ambisius mencapai 500 ton, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Program yang terintegrasi ini menjadi bukti bahwa ketika semua elemen bersatu, tantangan sebesar apa pun dapat diubah menjadi peluang emas. Lombok Utara siap membuktikan bahwa mereka bisa menjadi contoh sukses pengelolaan sumber daya lokal untuk mencapai hasil yang luar biasa.


















