investigasiindonesia.com – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif di awal tahun 2025. Meski pemerintah tengah mengoptimalkan efisiensi anggaran, jumlah wisatawan yang menginap di hotel-hotel NTB justru meningkat signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, pada triwulan pertama 2025, terdapat 426 ribu tamu yang menginap di akomodasi setempat, naik 17 ribu orang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan sebesar 4,08% ini didorong oleh kenaikan tajam kunjungan turis mancanegara, yang melesat 25,30%. Sementara itu, tamu domestik justru mengalami penurunan sebesar 4,24%. “Jika dilihat dari data okupansi kamar, Lombok Utara menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi, terutama di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Gili Tramena),” jelas Wahyudin, Kepala BPS NTB.
Kinerja positif ini juga dibenarkan oleh pelaku industri. Lalu Kusnawan, Ketua Gili Hotels Association (GHA), menyebut bahwa tingkat hunian kamar di Gili Tramena hingga April 2025 sudah mencapai 78%. “Artinya, rata-rata hotel di tiga Gili ini sudah terisi lebih dari 60%. Dibanding tahun lalu, ada peningkatan yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Menurut Kusnawan, momentum high season menjadi faktor utama lonjakan ini. “April lalu sudah mulai ramai karena bertepatan dengan liburan internasional. Kami memperkirakan Juni akan stabil, lalu naik lagi pada Juli-Agustus,” tambahnya. Mayoritas tamu berasal dari Eropa, menunjukkan daya tarik NTB sebagai destinasi kelas dunia.
Namun, di balik optimisme ini, Kusnawan mengingatkan perlunya kolaborasi antar-pemangku kepentingan. “Kami mendorong perbaikan infrastruktur, peningkatan SDM, dan penyempurnaan layanan. Tantangan utamanya adalah kawasan Gili yang masuk wilayah konservasi, sehingga perlu kebijakan yang seimbang antara pelestarian dan pengembangan,” tegasnya.
Dengan tren positif ini, NTB berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia. Pemerintah daerah dan pelaku usaha terus berinovasi untuk memastikan pertumbuhan pariwisata tetap berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.


















