banner 728x250

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum AI dan Coding Mulai 2025, Siswa SD-SMA Bisa Belajar Teknologi Masa Depan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mempersiapkan kurikulum kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman (coding) yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Meski belum menjadi mata pelajaran wajib, kebijakan ini menjadi langkah besar dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi perkembangan teknologi yang pesat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa naskah akademik dan capaian pembelajaran untuk kedua bidang tersebut telah selesai disusun. Saat ini, draft peraturan menteri sedang melalui tahap harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan instansi terkait sebelum resmi diluncurkan.

banner 325x300

“Kurikulum AI dan coding sudah rampung dari sisi naskah akademik dan capaian pembelajarannya. Sekarang kami sedang memproses penerbitan peraturan menteri,” jelas Mu’ti usai peluncuran Gemini Academy dan Edukreator di Jakarta, Rabu (7/5).

Pelajaran AI dan coding rencananya akan diperkenalkan secara bertahap mulai kelas 5 SD, kemudian berlanjut ke jenjang SMP dan SMA dengan materi yang disesuaikan tingkat kesulitannya. Mu’ti menekankan pentingnya pembelajaran teknologi sejak dini, namun dengan pendampingan yang memadai bagi guru dan siswa.

“Ini adalah keterampilan masa depan. Idealnya, anak-anak sudah dikenalkan sejak awal, tetapi perlu panduan yang tepat agar pemanfaatannya optimal,” ujarnya.

Kemendikdasmen menggandeng sejumlah mitra dari industri teknologi dan edukasi untuk menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan AI dan coding. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan materi yang diajarkan tetap mutakhir mengikuti dinamika dunia digital.

Mu’ti juga mengingatkan pentingnya literasi digital dalam penggunaan AI. Menurutnya, meski teknologi ini memudahkan akses informasi, tidak semua konten yang dihasilkan akurat. “Karena AI bisa diakses dengan cepat, risiko penyebaran informasi yang kurang tepat juga perlu diwaspadai,” tambahnya.

Kehadiran kurikulum AI dan coding diharapkan dapat membekali pelajar Indonesia dengan kompetensi yang dibutuhkan di era digital. Dengan pemahaman dasar teknologi ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berinovasi di bidang teknologi di masa depan.

Langkah Kemendikdasmen ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pelaku industri teknologi yang melihatnya sebagai terobosan positif untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Penerapan kurikulum ini dinilai sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengandalkan digitalisasi dan otomatisasi.

“Ini momentum bagus untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi,” pungkas Mu’ti.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan kurikulum AI dan coding dapat diimplementasikan secara efektif, membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk berkontribusi di bidang sains, teknologi, dan inovasi digital.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *