banner 728x250

LOMBOK TENGAH RAIH REKOR PANEN 52.000 HEKTARE PADI, TARGET 97.000 HEKTARE DI 2025 MENUJU SWASEMBADA BERAS NASIONAL

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dinas Pertanian Lombok Tengah mencatat sejarah baru dengan menyelesaikan panen padi seluas 52.000 hektare pada Musim Tanam (MT) pertama tahun ini. Pencapaian ini menjadi langkah awal yang solid untuk mengejar target luar biasa sebesar 97.000 hektare pada akhir 2025. Beberapa lahan bahkan sudah mulai ditanami kembali untuk MT kedua, menunjukkan optimisme tinggi dalam meningkatkan produktivitas pertanian daerah.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, M Kamrin, mengonfirmasi bahwa seluruh lahan yang ditargetkan untuk MT pertama telah dipanen tanpa kendala berarti. Dari total 52.000 hektare tersebut, sebanyak 7.000 hektare mampu ditanami padi hingga tiga kali dalam setahun, sementara 20.000 hektare lainnya hanya sekali tanam karena faktor irigasi. Sisanya, 22.000 hektare, bisa ditanami dua kali, menghasilkan total akumulasi tanam mencapai 97.000 hektare per tahun. “Ini pencapaian yang membanggakan dan menjadi fondasi kuat untuk target lebih besar,” tegas Kamrin, Jumat (9/5).

banner 325x300

Untuk memenuhi sisa target, Dinas Pertanian akan memaksimalkan MT kedua dan ketiga dengan strategi intensifikasi. Produktivitas rata-rata diharapkan mencapai 5,7 ton gabah kering per hektare. Namun, ada pencapaian spektakuler di Desa Pengembur, di mana varietas padi Gama Gora menghasilkan hingga 12 ton per hektare berkat pendampingan teknologi dan metode budidaya mutakhir. “Gama Gora membuktikan bahwa inovasi pertanian bisa mendongkrak produksi secara signifikan. Tantangan kami adalah memperluas penerapannya,” ujar Kamrin.

Meski produksi melimpah, harga beras di Lombok Tengah tetap stabil berkat intervensi pemerintah melalui Bulog. Kebijakan ini memastikan kesejahteraan petani sekaligus melindungi konsumen dari fluktuasi harga. “Kami tak hanya fokus pada jumlah panen, tetapi juga keberlanjutan distribusi dan stabilitas pasar. Lombok Tengah siap berkontribusi lebih besar untuk mengurangi ketergantungan impor beras nasional,” tambahnya.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga sinyal kuat bagi Indonesia menuju swasembada pangan. Dengan dukungan teknologi, kebijakan tepat, dan semangat petani, Lombok Tengah membuktikan bahwa target ambisius bukanlah hal mustahil.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *