investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah bersiap mengisi kekosongan 14 posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pasca-mutasi besar-besaran yang digulirkan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, akhir April lalu. Kekosongan ini dinilai sebagai momentum penting untuk mempercepat terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia, dengan penempatan pemimpin yang kompeten di setiap lini pemerintahan.
Marga Harun, Anggota Komisi I DPRD NTB Bidang Politik dan Pemerintahan, menegaskan bahwa pengisian jabatan ini tidak boleh ditunda lagi. “Pelayanan publik harus tetap prima, dan program prioritas harus berjalan tanpa hambatan. Kekosongan jabatan bukan hal sepele, karena menyangkut efektivitas pembangunan,” tegasnya.
Politikus PPP ini menyoroti pentingnya meritokrasi dalam seleksi calon kepala OPD. Menurutnya, prinsip “the right man on the right place” harus benar-benar dijalankan untuk memastikan setiap kebijakan dan layanan publik berjalan optimal. “Gubernur sudah menegaskan komitmen meritokrasi. Sekarang saatnya buktikan dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi strategis,” ujarnya.
Dampak kekosongan jabatan ini tidak hanya terasa di internal birokrasi, tetapi juga dirasakan masyarakat. Tanpa kepemimpinan yang solid, proses pengambilan keputusan dan respons terhadap aspirasi publik bisa terhambat. Marga menekankan, pengisian segera akan memperkuat koordinasi antarsektor dan memastikan roda pemerintahan berputar lebih cepat.
“NTB sedang dalam fase percepatan. Setiap detik berharga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kepemimpinan yang kuat dan kompeten, target NTB Makmur Mendunia akan semakin dekat,” pungkas Marga optimistis.
Pemerintah Provinsi NTB disebut telah menyiapkan sejumlah nama kandidat terbaik melalui proses seleksi ketat. Langkah ini diharapkan menjadi titik lompatan baru bagi birokrasi NTB yang lebih dinamis, transparan, dan berorientasi pada hasil. Masyarakat pun menantikan terobosan baru dari para pemimpin yang akan membawa NTB semakin bersinar di kancah nasional maupun global.


















