banner 728x250

AMMAN Buka Fase 8 Tambang Batu Hijau, Usia Operasional Tambang Tembaga-Emas Terbesar Diperpanjang Hingga 2030, Dongkrak Ekonomi Nasional dan Dukung Transisi Energi Bersih Global!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, resmi memulai babak baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau. Langkah strategis ini menyusul keberhasilan penyelesaian Fase 7 di akhir 2024 lalu, sekaligus memperpanjang usia operasional tambang hingga tahun 2030. Dengan total cadangan mineral mencapai 460 juta ton, Fase 8 menjadi bukti nyata komitmen AMMAN dalam menjaga keberlanjutan produksi dan kontribusinya bagi perekonomian Indonesia.

Aktivitas pengupasan batuan penutup di Fase 8 telah dimulai sejak 2021 untuk memastikan transisi antar fase berjalan lancar. Produksi awal fase ini dimulai dari bagian terluar dan teratas pit Batu Hijau yang memiliki kadar logam lebih rendah, sebelum secara bertahap bergerak ke zona inti dengan kandungan bijih mineral berkualitas tinggi. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan produksi secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada.

banner 325x300

Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk, menegaskan bahwa Fase 8 bukan sekadar perluasan operasional, melainkan hasil dari upaya intensif eksplorasi dan efisiensi teknologi. “Melalui pengeboran intensif sejak 2020, kami berhasil menemukan cadangan baru yang memperpanjang usia tambang hingga lima tahun ke depan. Ini adalah kabar baik bagi ribuan karyawan, mitra usaha, dan kontribusi kami bagi pendapatan negara,” jelas Kartika.

Kehadiran Fase 8 juga bertepatan dengan momentum global yang menempatkan tembaga sebagai komoditas kunci transisi energi bersih. Lembaga riset Wood Mackenzie memproyeksikan lonjakan permintaan tembaga seiring masifnya adopsi kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan. “Tambang Batu Hijau tidak hanya menjadi tulang punggung industri nasional, tetapi juga bagian dari solusi dunia dalam mengurangi emisi karbon,” tambah Kartika.

AMMAN telah menyiapkan peta jalan jangka panjang, termasuk rencana pemanfaatan stockpile hingga 2033 sebelum beralih ke Cebakan Elang—deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan. Operasional di Cebakan Elang diproyeksikan berlangsung hingga 2046, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar komoditas global.

Dengan inovasi dan praktik pertambangan bertanggung jawab, AMMAN siap menorehkan sejarah baru sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. “Fase 8 adalah bukti bahwa industri tambang bisa berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan dan kemajuan bangsa,” pungkas Kartika.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *