investigasiindonesia.com – Kondisi memprihatinkan Alun-Alun Tastura Praya, yang semestinya menjadi kebanggaan warga Lombok Tengah, justru berubah menjadi “hutan kota” tak terurus. DPRD setempat mendesak pemerintah daerah (pemda) untuk segera melakukan revitalisasi menyeluruh, menyusul kondisi taman ikonik itu yang dinilai jauh dari citra ruang publik yang rapi dan estetis.
Anggota Komisi III DPRD Lombok Tengah, Suhaidi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melihat langsung kondisi Alun-Alun Tastura. “Ini bukan lagi taman kota, tapi seperti hutan belantara. Rumput liar, pohon tak terawat, bahkan pedagang kaki lima berjualan di atas rumput. Sangat tidak pantas untuk ikon Kota Praya,” tegas politisi PDI Perjuangan itu, Selasa (13/5).
Suhaidi menuding ketidakjelasan pengelolaan sebagai biang kerok masalah ini. Menurutnya, terjadi tarik ulur tanggung jawab antar-organisasi perangkat daerah (OPD) yang membuat taman itu terbengkalai. “Sekarang sudah diserahkan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), ya harusnya mereka yang bertanggung jawab penuh. Jangan ada lagi saling lempar tugas,” tegasnya.
Ia mengusulkan agar semua aspek penataan, mulai dari kebersihan, parkir, hingga relokasi pedagang kaki lima, ditangani secara terpusat oleh Perkim. “Pedagang harus dipindahkan ke area UMKM di sebelah barat taman atau ke gedung bekas Dispora yang kosong. Biar Alun-Alun Tastura benar-benar berfungsi sebagai ruang publik, bukan pasar liar,” tegas Suhaidi.
Tak hanya soal tata kelola, Suhaidi juga menyoroti jenis tanaman yang dinilai tidak sesuai. “Pohon trembesi itu rawan tumbang dan berbahaya. Lebih baik diganti dengan pohon buah seperti manggis, durian, atau nangka. Selain mempercantik, juga memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ia yakin, dengan pengelolaan yang serius, Alun-Alun Tastura bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui parkir dan UMKM teratur. “Kalau dikelola baik, taman ini bukan hanya akan kembali jadi kebanggaan, tapi juga mendatangkan keuntungan bagi daerah,” pungkasnya.
Warga pun berharap pemda segera bertindak. “Kami ingin punya taman yang bersih dan nyaman, bukan tempat kumuh seperti sekarang,” kata Ahmad, salah satu pengunjung.
Kini, semua mata tertuju pada langkah konkret pemda untuk mengembalikan kejayaan Alun-Alun Tastura sebagai jantung kota yang memukau!


















