investigasiindonesia.com – Event bergengsi GT World Challenge Asia 2025 resmi menutup tirai dengan gemilang di Sirkuit Mandalika, 9–11 Mei. Ajang ini bukan sekadar balapan, melainkan sebuah festival motorsport yang menghadirkan kegembiraan, ketegangan, dan keindahan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB). Empat kelas balap yang dipertandingkan—GT World Challenge Asia, Agya One Make Race (OMR), Subaru BRZ Super Series, dan Time Attack—sukses memikat ribuan penonton dengan aksi sengit di lintasan.
Dengan partisipasi 34 tim GT World Challenge Asia, 8 pembalap Agya OMR, 12 tim Subaru BRZ, dan 8 peserta Time Attack, kompetisi berlangsung seru selama tiga hari. Pembalap lokal dan internasional saling unjuk gigi, menciptakan momen tak terlupakan di sirkuit yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di Asia.
David Tjiptobiantoro dari tim Garage 75 GT World Challenge Asia mengaku jatuh cinta pada Sirkuit Mandalika. “Lintasan yang menantang dengan pemandangan memukau. Ini sekarang jadi favorit saya!” ujarnya. Sementara Fadhil, pembalap Agya OMR, memuji atmosfer kompetitif dan dukungan panitia yang luar biasa. “Mandalika jos! Semua berjalan sempurna,” serunya.
Tak kalah antusias, Rio SB dari Rizqy Motorsport mengapresiasi pengalaman balap di Subaru BRZ Super Series. “Sirkuit ini memberi kesan mendalam. Semoga makin banyak bakat muda lahir dari sini,” tuturnya.
Di balik kesuksesan event, Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), menyatakan kebanggaannya. “Ini bukti kolaborasi solid antara olahraga, budaya, dan pariwisata. Kami ingin dunia melihat keindahan NTB melalui motorsport,” tegasnya.
Terobosan Besar: Absolute Racing Investasi Rp 4,7 Miliar untuk Fasilitas Mewah di Mandalika
Momen bersejarah lainnya adalah penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) antara ITDC dan Absolute Racing asal Singapura. Proyek senilai Rp 4,7 miliar per tahun ini akan membangun Common Luxury Garage & Workshop di area inner sirkuit seluas 7.035 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan teknis kendaraan balap sekaligus menjadi pusat gaya hidup otomotif premium.
Troy Reza Warokka, Direktur Komersial ITDC, menjelaskan, “Ini bukan sekadar bengkel, tapi destinasi eksklusif bagi kolektor mobil mewah dan komunitas motorsport global.” Fasilitas ini akan dilengkapi hydraulic car lift, tire changer, dan layanan perawatan berkala, menempatkan Mandalika sejajar dengan sirkuit internasional seperti Shanghai dan Sepang.
Matter Ingo, Principal Absolute Racing, optimis Mandalika akan menjadi hub motorsport terbesar di Asia Tenggara. “Ini awal kolaborasi jangka panjang. Kami yakin Mandalika akan mengubah peta pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Dengan durasi kerja sama 30 tahun + opsi perpanjangan 50 tahun, proyek ini diharapkan jadi katalis pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah. “Ini bukan hanya untuk balap, tapi juga untuk generasi muda Indonesia yang bermimpi besar di dunia otomotif,” pungkas Troy.
GT World Challenge Asia 2025 telah mencatatkan diri sebagai event yang tak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi Indonesia. Mandalika kini bukan sekadar nama, melainkan ikon kebanggaan bangsa di kancah global!


















