investigasiindonesia.com – Pemerintah bergerak cepat dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru, baik PNS, PPPK, maupun honorer. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memajukan dunia pendidikan.
Baru-baru ini, Presiden telah menaikkan tunjangan bagi guru ASN, PPPK, dan honorer yang telah bersertifikasi. Namun, kebijakan terbaru semakin mengejutkan! Pemerintah akan memberikan insentif bulanan langsung ke rekening bagi guru honorer yang belum bersertifikasi.
“Bapak Presiden tidak hanya fokus pada guru bersertifikasi, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada guru honorer non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik. Mereka akan dapat bantuan tunai setiap bulannya,” tegas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya pendidikan Rp3 juta per semester bagi 295 ribu guru yang belum menyandang gelar S1 atau D4. Fakta ini cukup mengejutkan, mengingat UU Guru dan Dosen mewajibkan kualifikasi minimal sarjana.
“Banyak guru yang terkendala geografis atau ekonomi sehingga belum bisa melanjutkan pendidikan. Kami akan bantu mereka meraih gelar S1/D4 secara bertahap,” jelas Menteri Mu’ti.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap semangat guru dalam mengajar semakin membara. Transfer tunjangan sertifikasi sejak Maret lalu, ditambah bantuan langsung untuk honorer dan pendanaan kuliah, diyakini akan menjadi game changer bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
“Era baru guru sejahtera dan kompeten telah dimulai!”


















