investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap memulai langkah monumental dalam upaya pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Sekretaris Daerah NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., memimpin rapat koordinasi virtual dengan seluruh kabupaten/kota untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dapur Sehat sebagai pusat Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam rapat yang digelar di Command Center Kominfotik NTB, Gita Ariadi menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah. “Kami targetkan tiga titik lokasi pembangunan dapur sudah diserahkan paling lambat 30 Mei 2025. NTB harus bergerak cepat karena program ini menyasar 1,3 juta siswa dan 82,9 juta penerima manfaat nasional,” tegasnya.
NTB menjadi salah satu provinsi prioritas dengan 10.474 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Untuk mendistribusikan makanan bergizi, diperlukan 450 spot dapur sehat yang pembangunannya sepenuhnya dibiayai APBN. Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan proyek ini harus tuntas September 2025, dengan kriteria lahan strategis: luas 800-1.000 m², dekat sekolah, dan memiliki akses listrik, air, serta jalan memadai.
Bobby Kusuma, Staf Ahli Kepala BGN, meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lahan bersertifikat. “Feedback lokasi harus kami terima sebelum 30 Mei. Lahan yang dipilih harus siap bangun, bukan milik instansi, dan mendukung pengembangan UMKM kuliner lokal,” jelasnya.
Program ini tidak hanya menjawab masalah gizi, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif dengan melibatkan pelaku usaha kuliner daerah. Jika berjalan sukses, NTB bisa menjadi contoh percepatan transformasi gizi nasional berbasis kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
“Ini bukan sekadar proyek, tapi langkah nyata menyelamatkan generasi penerus bangsa. NTB siap memimpin!” pungkas Gita Ariadi penuh semangat.


















