investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka pendaftaran seleksi pengisian jabatan kepala sekolah untuk jenjang SMA dan SMK. Proses seleksi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di NTB. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seleksi berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik jual beli jabatan.
“Komitmen Pak Gubernur sangat jelas: tidak boleh ada praktik jual beli jabatan. Jika ada indikasi pelanggaran, kami minta masyarakat segera melaporkan,” tegas Dinda, sapaan akrab Wagub NTB, saat jumpa pers di Mataram.
Isu dominasi pejabat asal Pulau Sumbawa dalam seleksi kepala sekolah pun dibantah tegas. Dinda menegaskan bahwa proses seleksi akan berjalan objektif, dengan mempertimbangkan kompetensi dan integritas peserta. “Tidak ada ruang untuk nepotisme atau ketidakadilan. Semua tahapan seleksi akan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lebih dari itu, penataan jabatan kepala sekolah ini bukan sekadar rotasi personal, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran di sektor pendidikan NTB. “Ini momentum untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, pemerataan guru ASN, dan peningkatan mutu sekolah secara menyeluruh,” jelas Dinda.
Selama dua tahun terakhir, banyak sekolah di NTB hanya dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah karena keterbatasan kewenangan Penjabat Gubernur sebelumnya. Kini, dengan pembukaan seleksi ini, diharapkan kepemimpinan di sekolah-sekolah NTB semakin solid dan berkualitas.
“Kami ingin kepala sekolah yang terpilih nanti benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan NTB,” pungkas Dinda.
Dengan langkah ini, Pemprov NTB bertekad menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, transparan, dan berintegritas untuk kemajuan generasi muda NTB ke depan.


















