banner 728x250

Kakak Kandung Jual Adik di Bawah Umur untuk Open BO, Korban Hamil dan Lahirkan Bayi Prematur – Polisi Buru Pelaku!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Sebuah kasus kejahatan seksual yang mengiris hati terungkap di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang kakak kandung tega menjual adiknya yang masih di bawah umur untuk praktik open BO (booking order) hingga korban hamil dan melahirkan bayi prematur dengan berat hanya 1,7 kilogram.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB kini menangani kasus ini dengan serius. Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Syarif Hidayat, menyatakan bahwa timnya sedang mengumpulkan informasi dari korban untuk memulai penyelidikan.

banner 325x300

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) untuk memastikan pelaporan resmi segera dilakukan,” tegas Syarif, Senin (19/5).

Menurut pantauan Radar Lombok, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) mengalami trauma berat setelah diperdagangkan oleh kakaknya sendiri. Bayi prematur yang dilahirkannya kini menjadi bukti nyata kejahatan yang tak bisa diabaikan.

“Ini tindak pidana serius. Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini tuntas. Praktik prostitusi anak harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Syarif.

Meski belum ada laporan resmi dari keluarga, polisi telah mengantongi dokumen penting, termasuk akta kelahiran bayi dan keterangan awal korban. “Kami kembalikan sementara dokumen itu karena belum ada pengaduan resmi. Tapi proses hukum tetap berjalan,” jelasnya.

Keluarga Broken Home, Pelaku Eksploitasi Justru Kakak Kandung
Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengungkap fakta lebih dalam. Praktik open BO terhadap anak di bawah umur di NTB bukan kasus tunggal. Banyak anak SMP dan SMA yang menjadi korban, dengan pelaku sering kali berasal dari lingkungan terdekat.

“Yang lebih miris, dalam kasus ini, kakak kandung yang awalnya korban, justru menjual adiknya sendiri,” ungkap Joko.

Pelaku utama dalam kasus ini adalah seorang pria dewasa bernama Om Andi, satu-satunya pelanggan yang membuat korban hamil. Saat ini, LPA dan kepolisian sedang memburu pelaku.

Bayi Prematur Dirawat dengan Metode Kanguru, Nasib Korban Memprihatinkan
Kondisi korban dan bayinya sangat memprihatinkan. Sang adik, yang masih di bawah umur, kini dirawat intensif pascamelahirkan. Bayinya mendapatkan perawatan khusus di RSUD Provinsi NTB dengan metode skin-to-skin (kangaroo care) untuk mempercepat pemulihan.

“Keluarga korban tidak utuh. Ibunya bekerja sebagai PMI di Malaysia, ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Ini adalah bukti kegagalan sistem perlindungan anak,” tegas Joko.

LPA Mataram mencatat puluhan kasus kekerasan anak tahun ini, mulai dari sodomi, inses, hingga pelecehan seksual di lingkungan keluarga dan sekolah. “Ini bukan sekadar masalah moral individu, tapi kegagalan sistemik. Negara, masyarakat, dan keluarga harus bergerak bersama,” tegasnya.

Seruan untuk Aksi Nyata: Jangan Biarkan Generasi Hancur!
LPA Mataram mendesak semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anak. “Anak butuh lebih dari sekadar makan dan sekolah. Mereka butuh rasa aman, perhatian, dan bimbingan moral. Jika kita diam, generasi kita perlahan akan hancur,” tegas Joko.

Polisi memastikan kasus ini akan diproses hingga tuntas. Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap tindak eksploitasi anak agar kejadian serupa tidak terulang.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *