investigasiindonesia.com – Perguruan tinggi di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta, bersiap mengambil peran vital dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, secara resmi mengajak universitas-universitas untuk terlibat aktif dalam mengelola program strategis ini.
Dalam kunjungannya ke Universitas Mataram (Unram), NTB, Minggu (18/5), Stella menegaskan bahwa kampus memiliki sumber daya mumpuni untuk mendukung MBG. “Kami akan mengusulkan kepada Presiden agar perguruan tinggi dilibatkan penuh. Unram, misalnya, bisa memimpin pelaksanaan MBG di NTB,” tegasnya.
Dia menjelaskan, banyak kampus di Tanah Air yang telah lama berkecimpung dalam riset pangan bergizi. Hasil penelitian mereka, seperti pengolahan rumput laut, penggemukan sapi, atau inovasi pangan lokal lainnya, bisa menjadi pondasi kuat untuk menyukseskan program ini. “Unram punya riset unggulan rumput laut yang bisa dijadikan bahan dasar makanan bergizi. Ini potensi besar!” ujar Stella.
Program MBG bukan sekadar memberikan makan gratis, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Dengan melibatkan kampus, diharapkan terjadi sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. “MBG akan jadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Kampus punya pakar yang memahami betul bagaimana menyuplai gizi optimal,” tambah Stella.
Rektor Unram, Prof. Bambang Harikusumo, menyambut antusias gagasan ini. Menurutnya, perguruan tinggi siap berkontribusi melalui riset dan inovasi. “Kami punya banyak temuan yang bisa diimplementasikan, mulai dari olahan rumput laut hingga peternakan. Partisipasi kampus akan memperkuat dampak MBG,” paparnya.
Program MBG digadang-gadang sebagai solusi mengatasi masalah gizi buruk sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia. Dengan melibatkan kampus, program ini tidak hanya berjalan lebih efektif, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mengangkat potensi daerah. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah monumental mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan maju!


















