investigasiindonesia.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin mantap mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memastikan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Tanah Air ini tidak akan membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menegaskan bahwa pembiayaan PON 2028 akan didukung oleh berbagai sumber pendanaan, termasuk anggaran pemerintah pusat, sponsor, serta kontribusi dari pemerintah kabupaten/kota di NTB. “Insya Allah, pelaksanaan PON 2028 tidak akan terlalu membebani anggaran daerah. Kita yakinkan, jika dilakukan bersama-sama, tidak akan berat,” ujarnya.
Awalnya, perencanaan anggaran untuk PON 2028 diperkirakan mencapai Rp3 triliun. Namun, setelah dilakukan rasionalisasi, biaya yang dibutuhkan bisa lebih efisien. “Anggaran ini masih fleksibel, menyesuaikan kebutuhan dan arahan dari pemerintah pusat,” jelas Mori.
Persiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 sudah berjalan dengan baik. Mori menyebutkan bahwa 80% venue pertandingan sudah siap digunakan tanpa perlu pembangunan baru. Sebagian besar fasilitas olahraga yang ada di NTB telah memenuhi standar dan bahkan telah diverifikasi oleh induk cabang olahraga pusat.
Selain itu, Mori juga melaporkan perkembangan persiapan ini kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Laporan tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan Gubernur dengan Komisi X DPR RI di Jakarta.
Dengan kesiapan infrastruktur dan pendanaan yang terencana, NTB optimis bisa menyelenggarakan PON 2028 dengan sukses. Mori menegaskan, “NTB sangat siap menjadi tuan rumah PON XXII. Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi dunia olahraga Indonesia.”
PON 2028 di NTB tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk memajukan pariwisata dan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi semua pihak, NTB siap membuktikan diri sebagai tuan rumah yang efisien, profesional, dan penuh semangat sportivitas.


















