investigasiindonesia.com – Jelang Idul Adha, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pertanian memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Dengan tim khusus yang telah dibentuk, setiap ternak akan menjalani pemeriksaan menyeluruh mulai dari ujung kepala hingga kaki, termasuk organ dalam, demi menjamin keselamatan dan kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat.
“Surat Keputusan (SK) tim pemeriksa sudah resmi berlaku. Kami tidak main-main, semua tahapan pemeriksaan dilakukan secara ketat, mulai dari level pengepul hingga penjual,” tegas drh. Muhamad Irfan Sabri, Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Pertanian Kota Mataram, Kamis (22/5).
Pemeriksaan dilakukan secara detail, mencakup fisik hewan seperti kondisi mata, hidung, mulut, dada, perut, hingga kantong kemih. Fokus utama adalah mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK), dengan penanganan medis cepat melibatkan puskesmas hewan terdekat. “Kami sudah koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk puskeswan, untuk respons cepat jika ditemukan gejala mencurigakan,” tambah Irfan.
Meski baru melakukan pemeriksaan spontan dua pekan sebelum hari raya, jadwal inspeksi terjadwal segera dilaksanakan. Hewan yang masuk ke Mataram berasal dari Lombok Timur, Barat, dan Tengah, sementara dari Pulau Sumbawa dibatasi hanya untuk keperluan khusus seperti pondok pesantren atau instansi. “Ini langkah preventif, bukan karena ada wabah PMK di Sumbawa, tapi untuk meminimalisir risiko stres atau kelelahan hewan selama transportasi,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, menegaskan komitmennya menjamin keamanan pangan. “Selain pemeriksaan, kami gencar sosialisasi ke masyarakat. Target kami zero kasus hewan kurban sakit di Mataram!” tandasnya.
Dengan langkah proaktif ini, Pemkot Mataram ingin memastikan Idul Adha berjalan lancar, aman, dan penuh berkah tanpa kekhawatiran akan kesehatan hewan kurban. Masyarakat pun diimbau membeli ternak dari pedagang resmi yang telah lolos verifikasi tim dinas.


















