investigasiindonesia.com – Sebuah pencapaian monumental berhasil ditorehkan oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB). Dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang digelar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Jakarta, Kamis (22/5/2025), Polda NTB mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor tertinggi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) se-Indonesia.
Acara bergengsi yang dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo ini menegaskan posisi Polda NTB sebagai yang terdepan dalam pengelolaan anggaran berbasis kinerja. Tidak hanya unggul dalam efisiensi, satuan kerja di bawah komando Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K. ini juga membuktikan konsistensi dalam transparansi dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dedikasi seluruh personel Polda NTB dalam menjalankan tugas dengan integritas tertinggi,” tegas Kapolda NTB dengan penuh kebanggaan.
Dalam pemeringkatan nasional, Polda NTB sukses menggeser Polda Aceh yang berada di posisi kedua dan Polda Lampung di peringkat ketiga. Prestasi ini semakin istimewa mengingat penilaian dilakukan secara komprehensif oleh empat pusat utama Polri: Pusdokes, Puskeu, Puslitbang, dan Pusjaran.
Kapolri dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran dalam mengoptimalkan anggaran untuk pelayanan publik. “Efisiensi dan akuntabilitas adalah kunci keberhasilan, dan Polda NTB telah membuktikannya dengan gemilang,” ujar Listyo Sigit Prabowo.
Keberhasilan Polda NTB tidak lepas dari inovasi sistem pengawasan keuangan dan fokus pada program-program prioritas. Setiap rupiah dialokasikan untuk mendukung operasional kepolisian yang lebih efektif, mulai dari peningkatan teknologi hingga pelayanan berbasis masyarakat.
“Kami tidak berhenti di sini. Prestasi ini justru menjadi pelecut untuk terus memberikan yang terbaik, terutama dalam menjaga kepercayaan publik,” tambah Kapolda NTB.
Dengan torehan prestasi ini, Polda NTB tidak hanya menaikkan standar kinerja internal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi satuan kerja lain di seluruh Indonesia. Masyarakat NTB pun bisa semakin yakin bahwa anggaran negara dikelola dengan prinsip terbaik untuk kemaslahatan bersama.


















