investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah besar dalam transformasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB kini fokus mengurangi pengiriman tenaga kerja ke sektor perkebunan dan ladang di Malaysia, beralih ke sektor industri yang dinilai lebih menjanjikan bagi kesejahteraan pekerja.
Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menegaskan bahwa pihaknya ingin mengubah paradigma pengiriman PMI. “Kami ingin bergeser sedikit, bahwa PMI yang akan kita kirim tidak lagi bekerja di kebun kelapa sawit. Kami ingin SDM kita yang dikirim memiliki skill,” ujarnya.
Perubahan strategi ini tidak hanya berlaku untuk Malaysia, tetapi juga negara tujuan lain seperti Jepang. Di Negeri Sakura, banyak pekerja asal NTB yang sudah sukses bekerja di industri elektronik dengan kondisi lebih layak. “Mereka kerjanya di pabrik, mendapatkan perhatian yang lebih baik. Ini yang kita tuju,” tegas Nelly.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah meningkatkan taraf hidup para PMI. Pemerintah berharap, pekerja yang awalnya berangkat dengan kondisi ekonomi terbatas, bisa pulang dengan status lebih sejahtera. “Saat pergi, kondisi mereka miskin. Saat kembali, kita ingin mereka kaya, mandiri, dan mampu secara ekonomi,” jelas Nelly.
Bukti nyata sudah terlihat. NTB telah mengirim siswa SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, untuk magang di sektor perhotelan di Malaysia. Responsnya sangat positif, dengan pihak Malaysia mengapresiasi kualitas SDM asal NTB. “Mereka sangat antusias. Kita harap setelah lulus, mereka bisa kembali sebagai PMI resmi dengan skill mumpuni,” ujar Nelly.
Ke depan, Disnakertrans NTB akan terus memperjuangkan penempatan PMI di sektor industri, baik di Malaysia maupun negara lainnya. “Kita mampu memenuhi kebutuhan industri luar negeri dengan tenaga kerja terampil. Ini langkah besar untuk masa depan pekerja NTB,” pungkas Nelly.
Dengan kebijakan ini, NTB tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga kerjanya, tetapi juga membuka pintu kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meraih kehidupan lebih baik di kancah global.


















