investigasiindonesia.com – Lombok Barat menunjukkan gebrakan luar biasa dalam percepatan pembangunan ekonomi desa. Hingga Mei 2025, sebanyak 79 desa (64,8%) di kabupaten ini telah sukses membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Target Pemerintah Provinsi NTB agar seluruh desa memiliki Kopdes sebelum 12 Juli 2025 semakin dekat terwujud, dengan Lombok Barat memimpin progres!
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat, Mudasir, mengungkapkan capaian ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dan masyarakat. “Dari total 122 desa dan kelurahan, 79 sudah membentuk Kopdes Merah Putih per 22 Mei. Tinggal 43 desa lagi yang tersebar di 10 kecamatan,” jelasnya penuh semangat.
Kecamatan Kuripan Jadi Jawara!
Sorotan utama ada di Kecamatan Kuripan, yang menjadi satu-satunya wilayah di Lobar yang sudah 100% tuntas membentuk Kopdes! Kepala Desa Kuripan, Hasbi, dengan bangga menyatakan prosesnya rampung sejak 21 Mei, termasuk penetapan pengurus dan badan hukum. “Kami tidak mau terlambat. Kopdes ini jadi modal besar untuk warga desa,” ujarnya.
Daftar Kecamatan dengan Progres Tercepat:
Kediri: 9 dari 10 desa selesai (90%) – tinggal 1 desa!
Batulayar: 8 dari 9 desa rampung (89%) – sisa 1 desa!
Gerung: 8 dari 14 desa (57%) – terus berakselerasi!
Narmada: 13 dari 21 desa (62%) – perjuangan masih berlanjut.
Sementara itu, kecamatan seperti Lingsar (6 dari 15 desa) dan Labuapi (6 dari 12 desa) masih perlu dorongan ekstra untuk mengejar ketertinggalan.
Mengapa Kopdes Merah Putih Penting?
Koperasi ini dirancang sebagai penggerak ekonomi desa, memfasilitasi akses permodalan, pelatihan UMKM, dan penguatan produk lokal. Dengan badan hukum resmi, desa-desa bisa mengoptimalkan dana desa dan program pemerintah lainnya.
“Ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata membangun kemandirian desa,” tegas Mudasir.
Target 100% Sebelum Juli 2025!
Pemerintah Lombok Barat optimistis sisa 43 desa akan segera menyusul. Kolaborasi antara dinas, camat, dan kepala desa digencarkan agar tidak ada yang tertinggal. “Kami pantau harian. Semua kecamatan sudah dapat panduan teknis,” tambah Mudasir.
Momen bersejarah ini membuktikan Lombok Barat tidak main-main dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Dengan semangat Merah Putih, koperasi desa siap jadi tulang punggung kesejahteraan warga!


















