banner 728x250

Dusun Sade Jadi Pelopor Eco Village, Kolaborasi Kemenpar dan Otsuka Wujudkan Destinasi Wisata Bersih dan Berkelanjutan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, resmi ditetapkan sebagai pilot project program Eco Village hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata RI dan PT Amerta Indah Otsuka melalui inisiatif Otsuka Blue Planet. Program ini dirancang untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, dimulai dari pemilahan sampah organik, non-organik, hingga residu.

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyatakan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, pendampingan masyarakat di destinasi wisata menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. “Kontribusi sektor swasta seperti Otsuka sangat bernilai. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan,” tegasnya dalam kunjungan ke Dusun Sade, Jumat (23/5).

banner 325x300

Ni Luh Puspa menekankan, kebersihan adalah fondasi utama dalam membangun daya tarik wisata. “Destinasi yang bersih akan membuat pengunjung enggan mengotori. Program ini bukan sekadar seremonial, tapi komitmen jangka panjang,” ujarnya. Kemenpar pun menggandeng pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif.

Sudarmadi Widodo, Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka, mengungkapkan, Lombok Tengah menghasilkan 150.000 ton sampah per tahun dari total 600.000 ton di NTB. “Dusun Sade adalah etalase wisata Lombok yang harus dijaga. Program Eco Village adalah bentuk edukasi agar masyarakat bisa mengelola sampah secara mandiri,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Bupati Lombok Tengah, H M Nursiah, yang berkomitmen memperkuat pengelolaan sampah di destinasi wisata. “Kami siap mendukung program Kemenpar untuk penguatan desa wisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Program Eco Village diharapkan tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga meningkatkan daya saing wisata Lombok melalui partisipasi aktif masyarakat dan sinergi multipihak. “Perubahan dimulai dari hal sederhana: memilah sampah. Ini langkah nyata menuju pariwisata hijau,” pungkas Sudarmadi.

Dengan konsep “bersih, hijau, dan mandiri”, Dusun Sade siap menjadi percontohan destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia, membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menciptakan perubahan besar.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *