investigasiindonesia.com – Polres Lombok Barat melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) melancarkan serangkaian aksi nyata untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi digencarkan secara besar-besaran ke sekolah-sekolah dan wilayah rawan.
AKP I Nyoman Diana Mahardika, Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat, menegaskan bahwa pencegahan adalah strategi utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. “Penegakan hukum saja tidak cukup. Kami harus membangun benteng pertahanan melalui pemahaman yang mendalam di kalangan pelajar,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB dan Dinas Kesehatan Lombok Barat menghasilkan program sosialisasi yang menyasar belasan sekolah, termasuk SMPN 1 Gunungsari, SMAN 1 Batulayar, SMKN 1 Kuripan, hingga pondok pesantren. Tak hanya di lingkungan pendidikan, Satresnarkoba juga turun ke desa-desa seperti Desa Cendimanik untuk menjangkau wilayah yang rentan penyalahgunaan narkoba.
Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis narkoba, modus peredaran, serta dampak buruknya dari segi kesehatan, hukum, dan sosial. “Kami ingin para pelajar paham betul bahwa mencoba narkoba sekali saja bisa menghancurkan masa depan mereka,” ujar Diana.
Lebih dari sekadar penyuluhan, Satresnarkoba juga menggelar screening atau tes deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Langkah ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam mengidentifikasi potensi masalah sejak awal sekaligus memberikan intervensi tepat.
“Kami tidak mau hanya menunggu kasus terjadi. Dengan deteksi dini, kami bisa menyelamatkan lebih banyak generasi muda sebelum terjerumus lebih dalam,” tambahnya.
Komitmen Polres Lombok Barat dalam memerangi narkoba tidak berhenti di sini. Sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba. “Target kami jelas: generasi muda Lombok Barat yang sehat, berprestasi, dan terbebas dari jerat narkoba,” tegas Diana.
Upaya masif ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam melindungi masa depan bangsa, sekaligus membuktikan bahwa penanganan narkoba tidak hanya tentang penindakan, tetapi juga pembinaan dan kepedulian terhadap generasi penerus.


















