investigasiindonesia.com – Wakil Bupati Lombok Tengah, H M Nursiah, menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif game online. Dalam pernyataannya yang tegas, Nursiah menyebutkan bahwa fenomena maraknya game online di kalangan pelajar harus menjadi perhatian utama semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua.
“Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari, tetapi kita harus pastikan bahwa game online yang diakses anak-anak tidak mengandung unsur merugikan, apalagi sampai mengarah pada praktik judi,” tegas Nursiah.
Pemda Lombok Tengah segera menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pengawasan ketat. Langkah ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, kepolisian, dan masyarakat, terutama peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.
Nursiah juga menekankan pentingnya evaluasi konten game online sebelum diakses oleh pelajar. “Kita tidak ingin ada game yang justru merusak moral atau tidak memberikan nilai edukasi. Satuan pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam pengawasan ini,” tambahnya.
Dalam upaya pencegahan, Dinas Pendidikan diinstruksikan untuk langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru. Tujuannya, memastikan anak-anak didik tidak terpapar game online berbahaya. Nursiah juga mengingatkan agar tenaga pendidik tidak terlibat dalam aktivitas game online yang berpotensi merugikan.
“Orang tua memiliki peran krusial. Mari bersama-sama memastikan anak-anak kita terhindar dari konten game yang tidak bermanfaat,” pesannya.
Dengan langkah proaktif ini, Lombok Tengah bertekad menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi generasi muda. Semua pihak diharapkan bersinergi demi masa depan pelajar yang lebih cerah, tanpa terdistraksi oleh game online berbahaya.


















