investigasiindonesia.com – Langkah besar pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan nasional semakin nyata. Kementerian Pertanian RI (Kementan) baru saja menyerahkan 15 unit combine harvester (mesin panen padi modern) kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Bantuan ini menjadi angin segar bagi petani di sepuluh kabupaten/kota, dengan fokus utama pada daerah-daerah penghasil padi terbesar.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, M. Taufiek Hidayat, mengungkapkan bahwa 4 unit dialokasikan untuk Kabupaten Lombok Tengah, sementara Bima, Sumbawa, dan Lombok Timur masing-masing mendapat 2 unit. “Sebelumnya, sudah ada 2 unit yang dikirim, dan hari ini kita terima tambahan 13 unit. Lombok Tengah kembali dapat prioritas karena luas lahan padinya paling besar,” jelas Taufiek.
Mesin ini dirancang untuk memangkas waktu panen sekaligus meningkatkan efisiensi. Petani bisa mengaksesnya melalui skema pinjam atau sewa, dengan pengelolaan diserahkan ke pemerintah daerah. “Ini fasilitas dari pemerintah, jadi biaya operasional dan perawatannya menjadi tanggung jawab daerah,” tambah Taufiek.
Butuh Lebih Banyak untuk Penuhi Kebutuhan Petani
Meski bantuan ini dinilai strategis, Taufiek mengakui bahwa jumlahnya belum ideal. Dengan total luas lahan padi NTB mencapai 237 ribu hektare, satu combine harvester hanya mampu menggarap 100 hektare per musim. Artinya, masih dibutuhkan ratusan unit lagi agar seluruh petani terbantu.
“Kita sudah ajukan proposal tambahan ke Kementan untuk 2026. Proposal ini langsung dari kelompok tani, jadi benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.
Prioritas untuk Daerah Lumbung Pangan
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa bantuan ini diprioritaskan bagi wilayah penghasil padi utama, seperti Lombok Tengah dan Sumbawa. “Daerah lain tetap dapat, tapi fokus kita pada lumbung pangan,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten memastikan alat ini tidak diperjualbelikan, melainkan dikelola dengan sistem sewa yang terjangkau. “Dengan begitu, mesin tetap terawat dan petani bisa memanfaatkannya bertahun-tahun ke depan,” harap Gubernur.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, turut menyambut positif bantuan ini. “Kami berkomitmen mendukung penuh sektor agromaritim. Combine harvester ini akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.
Dampak Positif yang Dinantikan
Kehadiran mesin ini diprediksi mengubah wajah pertanian NTB. Selain meminimalisir kehilangan hasil panen, petani juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Jika dikelola optimal, target swasembada pangan nasional semakin dekat dengan realisasi.
Pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi untuk memastikan setiap alat digunakan maksimal. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, NTB siap menjadi pelopor pertanian modern di Indonesia!


















