Panggung Pilgub NTB tahun ini resmi ditutup tanpa plot twist apapun. Hingga batas akhir pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (10/12) lalu, semuanya berjalan adem ayem. Tidak ada peserta yang protes, tidak ada drama, dan tidak ada keributan ala sinetron politik. Semua Paslon tampaknya sepakat, “Udah deh, hasilnya gini aja. Kita terima.”
Kabar ini disampaikan langsung oleh Komisioner KPU Provinsi NTB Divisi Hukum, yang memastikan bahwa Pilgub NTB kali ini berjalan tanpa noda. “Alhamdulillah, semua peserta menerima hasil pemilihan,” katanya dengan nada lega. Bahasa sederhananya? Gak ada yang ngeluh, gak ada yang lapor.
No Drama, No Gugatan: NTB Jadi Contoh Damai
Dari sekian banyak Pilkada di Indonesia, NTB berhasil jadi contoh daerah yang bebas dari konflik pasca pemilu. Bahkan, sampai detik terakhir pendaftaran gugatan ke MK, gak ada satu pun kubu yang merasa perlu ngegas. Kalau biasanya ada yang teriak-teriak soal kecurangan, disini malah semuanya kalem. Mungkin ini yang disebut “politik damai versi NTB.”
Kapan Penetapan? Masih Tunggu Jakarta
Tapi tunggu dulu, hasil damai ini bukan berarti pasangan calon (Paslon) terpilih langsung diumumkan. KPU NTB masih harus menunggu arahan dari KPU RI dan kabar resmi dari MK. Jadi, meskipun udah adem, kita semua masih harus bersabar sedikit untuk tahu siapa gubernur dan wakil gubernur baru NTB yang bakal resmi memimpin.
Politik Tanpa Gugatan: Harapan Baru atau Kebosanan Baru?
Sebenarnya, gak adanya gugatan ini bisa jadi berita baik sekaligus kabar yang bikin sebagian orang bosan. Tanpa gugatan, berarti gak ada ketegangan politik yang biasa jadi santapan publik. Tapi di sisi lain, ini juga membuktikan bahwa demokrasi bisa berjalan damai tanpa perlu ada saling jegal.
Jadi, buat yang berharap ada cerita seru di balik Pilgub NTB, maaf ya, kali ini panggung politik NTB berjalan lurus dan rapi. Mungkin ini saatnya kita nikmati hasilnya dan berharap gubernur serta wakil gubernur baru bisa membawa NTB lebih baik lagi. Peace out!


















