banner 728x250

NTB Tumbuh 5,57% Tanpa Tambang, Fakta di Balik Ilusi Statistik yang Bikin Heboh!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di tengau derasnya pemberitaan ekonomi nasional, Nusa Tenggara Barat (NTB) justru mencatatkan fenomena unik yang memantik perdebatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan I-2025 menyebut pertumbuhan ekonomi NTB minus 1,47%. Namun, angka ini ternyata hanyalah “ilusi statistik” belaka, sebagaimana diungkap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Faktanya, tanpa sektor tambang, ekonomi NTB justru melesat 5,57%—sebuah capaian yang patut diapresiasi.

Tambang vs Kesejahteraan Rakyat: Dua Wajah Ekonomi NTB
Penurunan ekspor komoditas tambang menjadi biang kerok kontraksi 1,47%. Namun, Dr. Iwan Harsono, Pengamat Ekonomi dari FEB Unram, menegaskan bahwa angka minus itu tidak mencerminkan realitas sebenarnya. “Kalau mau lihat kesejahteraan 5,6 juta penduduk NTB, yang relevan adalah pertumbuhan non-tambang di kisaran 5,57%,” tegasnya.

banner 325x300

Sektor pertambangan memang menyumbang besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi manfaatnya nyaris tak menyentuh masyarakat lokal. “Tambang itu padat modal, bukan padat karya. Nilai tambahnya justru dinikmati pusat dan investor asing,” papar Iwan. Royalti mengalir ke Jakarta, keuntungan dibawa pemilik saham, sementara lapangan kerja untuk warga NTB sangat minim.

Ekonomi Riil NTB Ternyata Solid
Tanpa tambang, sektor-sektor penopang utama NTB justru menunjukkan kinerja gemilang:

Pariwisata: Lonjakan kunjungan ke Lombok dan Sumbawa setelah revitalisasi infrastruktur.

Pertanian & Perikanan: Peningkatan produksi berbasis teknologi tepat guna.

UMKM: Geliat wirausaha lokal didorong program Pemprov.

“Ini bukti ekonomi riil NTB tumbuh sehat. Daya beli masyarakat stabil, kemiskinan turun, dan lapangan kerja terserap optimal,” ujar Iwan.

Pemerintah NTB Dipuji, Tapi Tetap Waspada
Pencapaian 5,57% di triwulan pertama 2025 menjadi modal kuat bagi kepemimpinan Gubernur Iqbal – Wakil Gubernur Dinda. “Mereka berhasil mempertahankan stabilitas ekonomi meski sektor tambang lesu,” komentar Iwan. Namun, tantangan ke depan tetap ada: bagaimana menjaga momentum ini sambil mengurangi ketergantungan pada komoditas tak berkelanjutan.

Kesimpulan: Jangan terjebak angka minus! NTB sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif—di mana pertumbuhan benar-benar dirasakan rakyat kecil. Ini bukan sekadar ilusi, tapi fakta yang patut jadi inspirasi bagi daerah lain!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *