banner 728x250

PLN Siap Cetak 1,7 Juta Lapangan Kerja Hijau & Bangkitkan Ekonomi Desa dengan Mega Proyek Listrik Rp2.967 Triliun!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiidonesia.com – PT PLN (Persero) bersiap menorehkan sejarah baru dalam peta ketenagalistrikan nasional. Dengan mengusung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, perusahaan pelat merah ini tak hanya menargetkan kedaulatan energi, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja hijau, dan pemerataan listrik hingga pelosok desa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi meluncurkan peta jalan ambisius ini di Jakarta, Senin (26/5). Dalam pidatonya, Bahlil menegaskan, RUPTL bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan senjata strategis untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: membangun kemandirian energi berbasis potensi dalam negeri.

banner 325x300

“Inilah fondasi untuk mencapai dua tujuan besar: transisi energi hijau dan pemerataan kesejahteraan,” tegas Bahlil. “Listrik adalah nadi ekonomi. Dengan RUPTL ini, kami akan menyalakan mesin pertumbuhan dari kota hingga desa terpelosok.”

Investasi Triliunan & Gelombang Lapangan Kerja Hijau
Angka-angka dalam RUPTL 2025-2034 bakal membuat siapa pun terkesima. Total investasi yang digelontorkan mencapai Rp2.967,4 triliun—terbesar sepanjang sejarah sektor ketenagalistrikan Indonesia. Rinciannya mencengangkan: Rp2.133,7 triliun untuk pembangkit listrik, Rp565,3 triliun untuk transmisi, dan Rp268,4 triliun untuk distribusi, termasuk program Listrik Desa (Lisdes).

Tapi yang paling menggoda adalah proyeksi 1,7 juta lapangan kerja baru yang akan tercipta. Sebanyak 836 ribu pekerjaan berasal dari sektor pembangkit, sementara 881 ribu lainnya tersebar di transmisi dan gardu induk. “91% dari lapangan kerja ini adalah green jobs, yang selaras dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emissions,” papar Bahlil.

Listrik Desa: Sentra Ekonomi Baru di Wilayah 3T
PLN tak hanya fokus pada megaproyek di perkotaan. Program Lisdes dalam RUPTL ini akan menjangkau 780 ribu rumah tangga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Listrik yang mengalir ke desa-desa ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan UMKM, mengerek daya beli masyarakat, dan memutus rantai kemiskinan.

“Bayangkan dampaknya ketika usaha mikro di pelosok bisa beroperasi 24 jam berkat listrik. Ini game changer untuk ekonomi desa,” ujar Bahlil.

PLN: Siap Eksekusi dengan Prinsip Berkelanjutan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan penuh perusahaan dalam menjalankan mandat RUPTL. “Kami tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga masa depan. Setiap kabel yang terpasang, setiap pembangkit yang berdiri, harus berkontribusi pada tiga hal: lingkungan, ekonomi, dan keadilan sosial,” tegas Darmawan.

Dia juga menekankan komitmen PLN pada Paris Agreement, dengan memperbanyak pembangkit energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada fosil. “Ini langkah nyata Indonesia untuk menjadi pemain utama di panggung energi hijau global.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *