investigasiindonesia.com – Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan media milik mantan Presiden AS Donald Trump, membuat langkah besar dengan mengalokasikan dana fantastis senilai 2,5 miliar dolar AS (Rp40,75 triliun) untuk membeli Bitcoin. Keputusan ini menempatkan TMTG sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar ketiga di dunia, mengalahkan banyak raksasa teknologi dan keuangan.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis Selasa (27/5/2025), perusahaan yang menaungi platform Truth Social ini mengungkapkan rencana pendanaan melalui penawaran saham senilai 1,5 miliar dolar AS dan utang sebesar 1 miliar dolar AS dari 50 investor institusi terpilih. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli 22.500 Bitcoin, yang selanjutnya menjadi bagian dari cadangan aset digital perusahaan—sebuah strategi yang semakin populer di kalangan korporasi global.
Bitcoin Treasury: Strategi Baru Perusahaan Pro-Trump
Devin Nunes, CEO TMTG dan mantan anggota Kongres AS, menyebut Bitcoin sebagai “instrumen puncak kebebasan finansial”. Langkah ini bukan hanya diversifikasi aset, tetapi juga bentuk keyakinan terhadap masa depan mata uang kripto.
“Dengan Bitcoin treasury, kami tidak hanya melindungi nilai aset, tetapi juga menjadi bagian dari revolusi keuangan digital,” ujar Nunes.
Posisi TMTG kini hanya kalah dari dua perusahaan: MicroStrategy milik Michael Saylor dengan kepemilikan Bitcoin senilai 63 miliar dolar AS, dan perusahaan penambangan kripto MARA yang memegang 5 miliar dolar AS dalam bentuk Bitcoin.
Kiprah TMTG di Dunia Kripto yang Semakin Panas
Ini bukan pertama kalinya TMTG menunjukkan ketertarikannya pada aset digital. Pada Maret 2025, perusahaan ini menjalin kemitraan dengan Crypto.com untuk meluncurkan ETF kripto, memungkinkan investor tradisional terpapar pergerakan harga aset digital.
Langkah Trump Media ini sejalan dengan kebijakan Donald Trump sendiri, yang pada awal tahun menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional AS. Cadangan tersebut berasal dari aset kripto sitaan aktivitas ilegal, yang diharapkan bisa menjadi alat stabilitas ekonomi di masa depan.
Respons Pasar dan Masa Depan Bitcoin Treasury
Kabar investasi besar-besaran ini sempat dibantah TMTG setelah Financial Times melaporkan rencana pembelian 3 miliar dolar AS Bitcoin. Perusahaan dengan tegas menyebut FT sebagai “media berita palsu”, sebelum akhirnya mengonfirmasi angka 2,5 miliar dolar AS.
Sementara itu, di kancah yang lebih luas, perusahaan keuangan Cantor Fitzgerald—dulu dipimpin Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS—juga meluncurkan Twenty One Capital, sebuah entitas yang akan menyimpan 42.000 Bitcoin saat go public. Kolaborasi dengan raksasa stablecoin Tether ini semakin memperkuat dominasi institusi di pasar kripto.
Dengan langkah Trump Media ini, Bitcoin semakin mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai aset spekulatif, melainkan bagian dari strategi keuangan korporasi dan negara. Apakah ini awal dari era baru di mana Bitcoin menjadi standar cadangan nilai masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawab.


















