banner 728x250
Berita  

Serbu Bapang,Bulog NTB All Out Jaga Perut Warga Lombok dan Sumbawa!

banner 120x600
banner 468x60

Bapang atau Bust? Pertanyaan itu jadi highlight panas di Lombok dan Sumbawa belakangan ini. Dalam langkah yang penuh semangat, Perum Bulog NTB memastikan penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) tahap akhir berjalan tanpa hambatan. Pemantauan langsung dilakukan di Desa Teruwai dan Kerama Jati, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Misinya jelas: pastikan beras sampai ke tangan penerima sebelum waktu habis!

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Musazdin Said, tampil bak pahlawan stok beras, memastikan semua kebutuhan pangan daerah terkunci aman. “Kita punya cadangan 33.000 ton beras di gudang, cukup buat bikin nasi sampai Februari 2025. Aman, Bro!” ucapnya dengan percaya diri.

banner 325x300

Gudang Penuh, Lombok-Sumbawa Terkover

Dengan 16 gudang yang tersebar di Lombok dan Sumbawa, sembilan di Lombok dan tujuh di Sumbawa, Musazdin menyebut semuanya siap tempur. Penyaluran Bapang sudah start di Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Pulau Sumbawa, Kota Bima, Kabupaten Dompu, hingga Kabupaten Bima juga masuk list distribusi.

“Transporter kita kasih deadline sampai 18 Desember. Warga harus terima semua sebelum itu. Laporan administrasi juga harus clean sebelum 31 Desember!” tambahnya dengan nada tegas.

Serap Habis Panen Petani Lokal

Namun, bukan hanya soal distribusi. Bulog NTB juga punya agenda besar: serap hasil panen petani lokal sebanyak mungkin! “Petani lokal adalah prioritas! Panen mereka adalah kunci ketahanan pangan kita,” ujar Musazdin, yang memastikan program ini akan berjalan konsisten setiap musim panen.

Langkah ini bukan cuma soal pangan, tapi juga strategi menggerakkan ekonomi petani lokal yang belakangan makin tertekan karena harga pasar yang fluktuatif. “Kita bantu mereka, mereka bantu kita semua stabil,” tambahnya.

Bapang: Misi Anti-Lapar di Zona Rawan

Distribusi Bapang ini bukan cuma soal teknis, tapi juga punya misi besar: menjaga stabilitas pangan, terutama di wilayah rawan bencana dan krisis ekonomi. Dengan stok yang melimpah, Bulog NTB memastikan warga NTB bisa melewati akhir tahun tanpa kekhawatiran soal perut kosong.

Musazdin menambahkan, “Misi kami adalah melindungi warga dari krisis. Selama ada beras, tidak ada yang boleh kelaparan!” Sebuah janji yang mungkin terkesan heroik, tapi sangat diperlukan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Aksi Viral: Warga Puji Distribusi Kilat

Respons warga pun beragam. Banyak yang mengapresiasi langkah Bulog NTB ini. Seorang warga Lombok Tengah, Fauzan, mengatakan, “Ini baru namanya kerja nyata! Distribusi rapi, warga bahagia. Semoga program seperti ini terus ada.”

Namun, kritik juga muncul. Beberapa menilai proses distribusi masih kurang merata di beberapa daerah terpencil. “Tolong pastikan semua sampai di tangan yang membutuhkan, terutama di desa-desa pelosok,” kata Zainal, warga Dompu.

Bapang Berlanjut, Ketahanan Terjaga

Ke depan, Musazdin memastikan Bulog NTB akan terus memprioritaskan penyerapan hasil panen petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan yang mencukupi hingga awal 2025, masyarakat NTB bisa bernapas lega.

“Ini bukan soal distribusi beras saja, tapi soal memastikan setiap warga punya hak yang sama atas kebutuhan pokok mereka,” tutup Musazdin.

Apakah langkah ini cukup buat bikin NTB bebas dari ancaman kelaparan? Kita tunggu realisasi dari janji-janji manis ini. Tapi satu yang pasti: Bapang adalah bukti nyata pemerintah serius urusin perut rakyat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *