banner 728x250

Elon Musk Tinggalkan Gedung Putih, Kritik Pedas terhadap RUU Trump Picu Pengunduran Diri Spektakuler

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dalam sebuah keputusan yang mengejutkan dunia politik dan bisnis, Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai penasihat khusus Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Pengumuman ini datang setelah Musk melontarkan kritik terbuka terhadap RUU andalan Trump yang dinilainya justru memperburuk defisit anggaran negara.

Melalui unggahan di platform X, Kamis (29/5/2025), Musk menyampaikan pesan singkat namun penuh makna: “Sebagai karyawan pemerintah khusus yang masa tugasnya telah berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk membantu mengurangi pemborosan anggaran. Misi @DOGE akan terus menguat dan menjadi bagian dari budaya kerja di pemerintahan.”

banner 325x300

Pernyataan tersebut langsung memantik gelombang reaksi, mulai dari dukungan hingga spekulasi tentang ketegangan di balik layar antara Musk dan pemerintahan Trump. Gedung Putih, melalui pernyataan pejabat seniornya, membenarkan bahwa Musk telah meninggalkan posisinya, meski tidak memberikan penjelasan rinci tentang alasan di balik keputusan tersebut.

Kritik Tajam terhadap One Big, Beautiful Bill Act

Momen yang menjadi pemicu utama pengunduran diri Musk terjadi dua hari sebelumnya, ketika ia tampil dalam wawancara eksklusif dengan CBS News. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan kekecewaannya terhadap One Big, Beautiful Bill Act, RUU yang digadang-gadang Trump sebagai solusi untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

“Saya kecewa melihat RUU pengeluaran besar ini yang malah meningkatkan defisit anggaran, bukan menguranginya, dan itu melemahkan pekerjaan tim DOGE,” ujar Musk dengan nada tegas.

RUU tersebut, yang telah disetujui DPR dan sedang menunggu pembahasan di Senat, mencakup kebijakan kontroversial seperti pemotongan pajak besar-besaran dan peningkatan belanja pemerintah. Para pengkritik, termasuk Musk, memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi menggerus layanan publik dan menambah defisit hingga 4 triliun dolar AS dalam dekade mendatang.

“RUU bisa saja besar, atau indah. Tapi saya ragu bisa keduanya sekaligus,” sindir Musk, menyiratkan skeptisismenya terhadap janji-janji Trump.

Kiprah DOGE dan Warisan yang Ditinggalkan

Selama 18 bulan memimpin Department of Government Efficiency (DOGE), Musk berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan. Di antaranya, pemangkasan puluhan ribu posisi pegawai federal dan pembubaran beberapa lembaga yang dinilai tidak efisien. Target awalnya adalah menghemat 1 triliun dolar AS, meski pada kenyataannya, realisasinya jauh lebih kecil.

“Birokrasi pemerintah jauh lebih rumit dari yang saya bayangkan,” aku Musk dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post. “Memperbaiki Washington DC seperti mendaki gunung terjal.”

Meski Musk memutuskan hengkang, Gedung Putih menyatakan akan melanjutkan sebagian rekomendasi DOGE, termasuk pemotongan anggaran untuk lembaga penyiaran publik dan bantuan luar negeri. Ketua DPR Mike Johnson bahkan memberikan apresiasi atas kontribusi Musk dan berjanji melanjutkan reformasi pengeluaran berdasarkan evaluasi DOGE.

Dampak pada Bisnis dan Masa Depan Musk

Keputusan Musk untuk mundur tidak lepas dari tekanan yang ia terima, baik secara politik maupun bisnis. Beberapa diler Tesla menjadi sasaran aksi protes, dengan sejumlah mobil bahkan dibakar oleh demonstran yang marah atas kebijakan penghematan DOGE.

“Orang-orang membakar Tesla. Untuk apa? Itu benar-benar keterlaluan,” keluh Musk, menanggapi insiden tersebut.

Di sisi lain, SpaceX juga menghadapi tantangan teknis, termasuk kegagalan uji coba prototipe Starship yang meledak di atas Samudra Hindia.

Kini, setelah mengundurkan diri, Musk menyatakan akan fokus kembali pada bisnis utamanya dan mengurangi keterlibatan di dunia politik. “Saya pikir saya sudah cukup berkontribusi di bidang politik,” ujarnya, menutup babak kontroversial dalam kariernya.

Keputusan Musk ini tidak hanya mengubah peta dinamika pemerintahan Trump, tetapi juga meninggalkan pertanyaan besar: akankah hubungannya dengan Trump tetap harmonis, atau ini adalah awal dari perpecahan antara dua figur paling berpengaruh di Amerika?

Reaksi Dunia dan Proyeksi ke Depan

Pengunduran diri Musk langsung menjadi trending topic global, dengan berbagai analis memprediksi dampaknya terhadap pasar saham, kebijakan iklim, dan bahkan kampanye pemilihan presiden 2028. Satu hal yang pasti: langkah Musk ini telah menorehkan sejarah baru dalam hubungan antara teknologi dan politik.

“Elon Musk bukan sekadar pengusaha, ia adalah simbol inovasi yang berani bersuara,” tulis The New York Times dalam editorialnya. “Keputusannya hari ini mungkin adalah awal dari babak baru dalam karirnya.”

Dunia kini menunggu, apa lagi yang akan dilakukan oleh pria yang tidak pernah berhenti mengejutkan dunia ini.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *