banner 728x250

Arab Saudi Batalkan Skema Tanazul, Jemaah Haji Indonesia Hadapi Tantangan Suhu Ekstrem 50°C di Arafah!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Arab Saudi secara resmi membatalkan skema Tanazul untuk jemaah haji Indonesia (JCH) demi menghindari risiko benturan arus dengan jamaah dari negara lain. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang dari PPIH Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah setempat, yang memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan ibadah. Meski pembatalan ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian jemaah, pihak Arab Saudi memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar penyempurnaan layanan di masa depan.

Muchlis Han, perwakilan PPIH Arab Saudi, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi baru ini penting untuk menjaga kekhusyukan ibadah. “Kami berkomitmen memastikan semua jemaah tetap merasakan pelayanan terbaik, meski dengan penyesuaian skema,” ujarnya. Selain itu, pemberangkatan JCH dari Makkah ke Arafah telah dimulai secara bertahap, dengan koordinasi ketat antara penyedia layanan, syarikah, dan otoritas setempat.

banner 325x300

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pembatalan Tanazul didasari kekhawatiran terjadinya kepadatan arus jamaah dari berbagai negara, termasuk Afrika, India, dan Pakistan. “Kami tidak ingin jemaah Indonesia terdesak dalam kerumunan besar yang berisiko,” jelasnya. Meski semula telah mempersiapkan fasilitas untuk 30.000 jemaah Tanazul, pemerintah Indonesia akhirnya menerima keputusan ini demi keamanan bersama.

Nasaruddin juga memastikan bahwa seluruh fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina telah siap 100%. “Tenda, pendingin udara, pasokan air, hingga toilet semuanya berfungsi optimal,” tegasnya. Namun, tantangan terberat justru akan dihadapi jemaah di Mina, di mana mereka harus melalui terowongan panjang dan cuaca ekstrem.

Suhu di Arafah diprediksi mencapai 50°C, sehingga jemaah diimbau tidak keluar tenda antara pukul 10.00–16.00 Waktu Arab Saudi (WAS). “Kesehatan dan kedisiplinan adalah kunci keselamatan,” pesan Nasaruddin.

Dua opsi lain tetap tersedia bagi jemaah berkebutuhan khusus: safari wukuf bagi yang sakit dan murur untuk lansia atau kelompok risiko tinggi. Keduanya dirancang agar ibadah tetap lancar tanpa mengorbankan keselamatan.

Dengan segala persiapan matang, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berharap jemaah haji dapat menjalankan rukun Islam kelima ini dengan tenang dan penuh khidmat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *