investigasiindonesia.com – Pengadilan Negeri (PN) Praya, Lombok Tengah, menjadi sorotan setelah situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) mereka diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Ketika diakses melalui mesin pencari Google, alamat sip.pn-praya.go.id justru menampilkan gambar animasi wanita dan naga, disertai logo situs judi online bertuliskan AYAMPJ. Padahal, SIPP merupakan platform resmi yang menyediakan informasi jadwal sidang, daftar perkara, serta berbagai layanan publik terkait persidangan.
Situs Diretas Malam Hari, Tim IT Segera Bertindak
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PN Praya, Ikhsan Suharyadi, membenarkan adanya peretasan tersebut. Menurutnya, pihak pengadilan baru menyadari kejadian ini pada Senin (9/6) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, tim teknologi informasi (IT) langsung bergerak cepat untuk mengamankan sistem.
“Kami mengetahui peretasan semalam, dan tim IT langsung mengambil langkah perbaikan. Jika diakses melalui domain langsung, situs normal. Namun, jika melalui pencarian Google, sempat muncul konten judi online. Alhamdulillah, pagi tadi sebelum subuh, semuanya sudah kembali normal,” jelas Ikhsan saat ditemui di kantornya, Selasa (10/6).
Dampak Minimal Berkat Respons Cepat
Ikhsan memastikan bahwa tidak ada dampak signifikan terhadap operasional internal PN Praya karena peretasan ini. Namun, ia mengakui bahwa citra institusi bisa terdampak di mata publik mengingat munculnya konten judi online.
“Dari sisi internal, tidak ada gangguan karena kami langsung bertindak. Namun, di mata masyarakat, tentu kesannya buruk karena terkait judi online. Makanya, kami segera memperbaikinya,” tambahnya.
Situs Dikelola Mitra Eksternal, Pengawasan Diperketat
Dijelaskan bahwa SIPP PN Praya dikembangkan oleh pihak ketiga sebagai mitra pengadilan. Menyikapi kejadian ini, PN Praya akan meningkatkan koordinasi dengan penyedia layanan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
“Kami terus berkomunikasi dengan mitra penyedia website untuk memastikan keamanan sistem. SIPP ini sangat vital karena berkaitan dengan informasi publik, termasuk jadwal sidang dan daftar perkara. Kami tidak tahu kapan peretasan terjadi, tapi begitu dapat laporan, langsung kami tangani,” tegas Ikhsan.
Situs Kembali Normal, Publik Diminta Waspada
Hingga berita ini diturunkan, situs SIPP PN Praya telah kembali berfungsi normal. Masyarakat yang membutuhkan informasi persidangan dapat kembali mengakses layanan tersebut. Namun, pihak pengadilan mengimbau agar pengguna tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan teknis atau upaya peretasan di masa mendatang.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keamanan siber, terutama bagi instansi pemerintah yang menyediakan layanan digital. Dengan respons cepat, PN Praya berhasil meminimalisir dampak peretasan, sekaligus menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kepercayaan publik.


















