banner 728x250

Israel Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran, Tiga Jenderal Tewas dalam Serangan Mendadak

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dalam aksi militer mendadak yang disebut sebagai salah satu operasi paling berani dalam beberapa tahun terakhir, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah target strategis Iran, termasuk pabrik pengayaan uranium, pangkalan rudal balistik, dan markas elite militer. Serangan yang terjadi pada Jumat (13/6) dini hari waktu setempat ini menewaskan tiga petinggi tinggi militer Iran, termasuk Mayjen Hossein Salami, Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serta dua jenderal utama lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi operasi tersebut dengan menyebutnya sebagai Operasi Rising Lion—sebuah misi defensif untuk melindungi kedaulatan Israel dari ancaman eksistensial Iran. “Kami tidak akan tinggal diam ketika rezim Tehran terus mengancam keamanan kami. Operasi ini adalah tindakan pencegahan yang diperlukan,” tegas Netanyahu dalam pernyataan resmi yang disiarkan secara global.

banner 325x300

Dampak Serangan: Fasilitas Nuklir Hancur, Korban Sipil Dilaporkan

Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, serangan udara Israel menghantam fasilitas nuklir Natanz—pusat pengayaan uranium utama Iran—serta kompleks penelitian nuklir di Isfahan dan Arak. Tak kurang dari 300 serangan diluncurkan, merusak pangkalan militer di Tabriz dan Kermanshah.

Sumber IranPressTV menyebutkan, serangan tersebut juga menimbulkan korban di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak dan ilmuwan, akibat reruntuhan bangunan permukiman di sekitar lokasi target. Meski demikian, angka pasti korban jiwa belum diungkap secara detail oleh pihak berwenang Tehran.

Kesiapan Israel Hadapi Serangan Balasan

Menyusul operasi tersebut, Israel langsung memberlakukan status siaga darurat nasional. Menteri Pertahanan Yoav Katz mengumumkan penutupan wilayah udara Israel, memperingatkan kemungkinan serangan balik dari Iran dalam bentuk rudal atau drone. “Kami telah bersiap untuk semua skenario. Setiap aksi dari Iran akan dijawab dengan kekuatan penuh,” kata Katz dalam konferensi pers darurat.

Di Tehran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei langsung menyampaikan ancaman pembalasan. “Rezim Zionis hari ini menunjukkan kebrutalan sejatinya. Mereka akan menyesali tindakan ini dengan cara yang paling pedih,” ujar Khamenei melalui siaran IRNA.

Respons Global: Kekhawatiran Atas Eskalasi

Komunitas internasional, termasuk PBB dan negara-negara besar, mulai menyuarakan kekhawatiran atas potensi konflik regional yang meluas. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua belah pihak untuk “menahan diri dan mencegah situasi yang lebih berbahaya.” Sementara itu, Washington dan Moskow dilaporkan sedang berkomunikasi intensif untuk meredakan ketegangan.

Analis keamanan global memprediksi, operasi ini bisa menjadi titik balik dalam rivalitas Israel-Iran, dengan risiko eskalasi yang sulit diprediksi. Namun, Netanyahu menegaskan, “Israel tidak menginginkan perang, tapi kami tidak akan lari dari satu pun.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *