banner 728x250

Mantan Pembalap Road Race Terjerat Narkoba, Polresta Mataram Ungkap Jaringan Sabu dan Ekstasi yang Terselubung Bisnis Butik

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Aksi nekat empat mantan pembalap road race berujung di balik jeruji besi setelah Satuan Narkoba Polresta Mataram menggulung jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam penggerebekan di dua lokasi berbeda, Minggu (15/6).

Keempat pria itu adalah LYDR (31) asal Karang Bedil, MI (22) dan TNP (21) asal BTN Sweta, serta AG (25) warga Seganteng. Mereka diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan sekaligus perdagangan gelap narkoba yang beroperasi di balik kedok usaha butik milik salah satu pelaku.

banner 325x300

Operasi polisi berawal dari penyergapan di kediaman LYDR di Karang Bedil. Di sana, petugas menemukan paket sabu seberat 2,87 gram beserta peralatan untuk menghisapnya. Tak butuh waktu lama, pengakuan LYDR membawa petugas ke tangan MI di BTN Sweta, yang ternyata tidak sendirian. Bersamanya, AG dan TNP turut diamankan dengan barang bukti 30 butir pil ekstasi berwarna kuning.

Modus Baru: Narkoba Dibeludakkan Bisnis Fashion
Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, mengungkap fakta mengejutkan. LYDR, yang sehari-hari mengelola butik pakaian, diduga memanfaatkan usahanya sebagai tameng untuk mengelabui aparat. “Dia mengaku sudah dua kali memesan ekstasi dari luar Kota Mataram, diduga dari Lombok Tengah,” jelas Suputra, Senin (16/6).

Dalam transaksi terakhir, kelompok ini membeli 52 butir ekstasi dengan harga Rp250 ribu per butir, lalu menjualnya Rp550 ribu. Sebanyak 30 butir berhasil diamankan, sementara 100 butir sebelumnya telah ludes di pasaran.

Mantan Pembalap yang Jatuh ke Jurang Narkoba
Yang membuat kasus ini semakin menarik adalah latar belakang keempat pelaku. Mereka adalah mantan atlet balap jalanan yang sudah lama berkawan. Polisi menduga kolaborasi mereka dalam bisnis haram ini telah berlangsung cukup lama.

“Kami masih mendalami peran masing-masing dan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” tegas Suputra.

Operasi ini menjadi bukti bahwa narkoba tidak pandang bulu, bahkan menjerat mereka yang pernah memiliki prestasi di dunia olahraga. Masyarakat pun diimbau untuk terus waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika.

Dengan ditangkapnya para pelaku, Polresta Mataram berharap bisa memutus mata rantai peredaran narkoba yang selama ini menggerogoti generasi muda. Langkah tegas ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pihak kepolisian tidak akan toleransi terhadap kejahatan narkotika, siapapun pelakunya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *