investigasiindonesia.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) membuktikan komitmen nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Pemerintah Provinsi bersama seluruh kabupaten/kota secara solid menyuntikkan modal fantastis senilai Rp184,3 miliar ke PT BPR NTB Perseroda hingga 2025. Angka ini melesat tinggi, mencakup 36,88% dari target modal dasar Rp500 miliar, sekaligus menandai babak baru penguatan sektor keuangan inklusif di wilayah Timur Indonesia.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti keseriusan kita membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput,” tegas Sudharmana, Direktur Utama BPR NTB, dengan semangat membara. “Dana segar ini akan jadi bensin untuk UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil agar bisa berlari lebih kencang!”
Pemprov NTB mengambil peran sentral dengan kepemilikan saham 51% (Rp103,8 miliar), sementara 10 kabupaten/kota bahu-membahu mengisi sisa 49%. Kabupaten Sumbawa mencatatkan diri sebagai kontributor terbesar dengan injeksi Rp19,64 miliar, diikuti Dompu (Rp14,3 miliar), Lombok Tengah (Rp12,25 miliar), dan Lombok Timur (Rp10,3 miliar). Tak ketinggalan, Lombok Barat, Mataram, Bima, hingga Sumbawa Barat turut memacu gelombang investasi ini.
Pembiayaan ultra-rendah untuk UMKM dan sektor mikro, termasuk petani dan nelayan.
Ekspansi kantor kas hingga ke wilayah terpencil, memastikan akses keuangan merata.
Revolusi digital layanan perbankan untuk mempercepat transaksi dan perluasan jangkauan.
“Kami tak mau hanya jadi bank biasa. Target kami adalah menjadi nadi ekonomi rakyat NTB,” tukas Sudharmana. “Setiap rupiah dari pemegang saham akan bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat!”
Proyeksi ini bukan hanya tentang uang, melainkan loncatan sejarah bagi NTB. Dengan dukungan keuangan yang solid, BPR NTB diproyeksikan menjadi lokomotif baru penggerak usaha mikro, pencipta lapangan kerja, dan pengentas kemiskinan melalui program-program terukur. Inilah momen di mana komitmen politik bertransformasi menjadi dampak sosial yang riil!


















