investigasiindonesia.com – Kota Mataram, dengan segala dinamika pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan, kini melangkah lebih kreatif untuk mewujudkan program strategis nasional: penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat. Tantangan klasik berupa minimnya ruang untuk pengembangan perumahan horizontal tidak lantas membuat pemerintah setempat menyerah. Justru, inovasi menjadi kunci utama.
“Kami tidak bisa mengandalkan pembangunan perumahan biasa. Solusinya adalah rumah susun,” tegas Lalu Alwan, perwakilan Pemkot Mataram, dengan penuh keyakinan. Langkah ini dinilai sebagai jawaban tepat untuk mengoptimalkan lahan terbatas sekaligus memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi warga.
Komitmen Mataram tidak main-main. Saat ini, revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sedang digodok, dengan menyisipkan alokasi khusus untuk pengembangan hunian vertikal. “Ini momentum untuk menata ulang konsep permukiman di kota kami,” tambah Alwan.
Selain itu, Pemkot juga aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pengembang swasta untuk memastikan program berjalan mulus. Salah satu strateginya adalah mendorong pembangunan rumah susun sewa, yang diharapkan bisa menjangkau kalangan menengah ke bawah.
Kepala Disperkim Kota Mataram, Nazarudin Fikri, menegaskan bahwa rumah susun bukan sekadar alternatif, melainkan solusi berkelanjutan. “Dengan lahan yang sangat terbatas, kami harus berpikir out of the box. Rumah susun adalah jawabannya,” ujarnya.
Meski masih menunggu petunjuk teknis dari pusat, semangat Mataram tak surut. Kota ini bahkan berhasil memadukan kepentingan pembangunan dengan pelestarian Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Artinya, pembangunan rumah susun tidak hanya mengatasi masalah hunian, tetapi juga menjaga ketahanan pangan wilayah.
Program tiga juta rumah di Mataram bukan sekadar wacana. Dengan strategi jitu dan kolaborasi semua pihak, kota kecil ini siap menjadi contoh bagaimana keterbatasan lahan bisa diubah menjadi peluang untuk menciptakan hunian modern, efisien, dan ramah lingkungan. Siap menyambut era baru permukiman vertikal, Mataram membuktikan: tantangan bisa dilalui dengan kreativitas dan sinergi!


















