investigasiindonesia.com – Industri tenun tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang dipacu untuk mencapai level baru yang lebih premium dan mendunia. Dengan dukungan penuh dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB dan Dinas Perindustrian setempat, para perajin lokal kini tengah menguasai teknik produksi yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya. Fokus utamanya? Kain tenun berukuran lebar satu meter, bertekstur halus, dan menggunakan pewarna alami—sebuah terobosan yang diprediksi bakal mengubah peta persaingan industri tekstil tradisional Indonesia di kancah internasional.
Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, baru-baru ini menyaksikan langsung hasil pelatihan intensif di Desa Semoyang, Lombok Tengah. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya pergeseran orientasi produk untuk menjawab permintaan pasar yang semakin dinamis. “Kami tidak hanya ingin mempertahankan tradisi, tapi juga mendorong tenun NTB menjadi primadona baru di industri fashion global,” tegas Sinta.
Pelatihan selama tiga hari tersebut bukan sekadar teori, melainkan juga praktik langsung dengan peralatan mutakhir. Para peserta diajak untuk bereksperimen dengan desain kontemporer tanpa kehilangan ciri khas tenun NTB. “Dengan kain selebar satu meter, nilai jualnya bisa melonjak drastis. Ini peluang emas untuk menembus pasar ekspor,” tambah Sinta penuh semangat.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis budaya. “Kami ingin perajin tidak hanya pandai menenun, tapi juga paham tren pasar dan inovasi desain. Inilah cara kita memenangkan persaingan,” ujarnya.
Aryanti Dwiyani, Kepala Bidang Sarana Prasarana Disperin NTB, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para penenun dengan keterampilan teknis sekaligus pola pikir bisnis yang maju. “Era baru tenun NTB sudah dimulai. Kini saatnya dunia mengenal keindahan dan kualitas karya kita,” tandasnya.
Dengan semangat “NTB Makmur Mendunia”, gelombang inovasi ini diharapkan tidak hanya mengangkat ekonomi lokal, tetapi juga menempatkan tenun NTB sebagai salah satu ikon kebanggaan Indonesia di mata dunia. Siap-siap, karya tangan para maestro tenun NTB sebentar lagi akan menghiasi pasar global!


















