investigasiindonesia.com – Lombok Barat melangkah lebih cepat dalam memerangi kemiskinan! Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, H. Lalu Winengan, sukses memastikan komitmen besar dari Kementerian Sosial RI dalam pertemuan strategis di Jakarta, Selasa (24/6). Tidak tanggung-tanggung, bantuan sosial senilai lebih dari Rp 500 miliar telah disiapkan untuk memperkuat program penanganan kemiskinan di daerah ini.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa validasi data menjadi kunci utama keberhasilan program. “Dengan data tunggal yang akurat, intervensi bantuan akan tepat sasaran,” tegas Mensos. Saat ini, angka kemiskinan ekstrem di Lombok Barat tercatat 1,57% (8.950 jiwa), sementara kemiskinan umum mencapai 12,65% (96.570 jiwa).
Bantuan Sosial Mencapai Rp 500 Miliar
Kadis Sosial Lalu Winengan membeberkan rincian bantuan Kemensos yang telah dan akan diterima Lombok Barat:
✔ Bantuan Sembako: Rp 180,2 miliar
✔ Program Keluarga Harapan (PKH): Rp 112,2 miliar
✔ Yayasan Amal Pendidikan Islam (YAPI): Rp 3,6 miliar
✔ Bantuan Pangan (Permakanan): Rp 5,6 miliar
✔ Total Bansos: Lebih dari Rp 301 miliar
Tidak hanya itu, Kemensos juga menanggung BPJS Kesehatan untuk 357.463 warga dengan nilai mencapai Rp 180 miliar. “Kami berharap kuota PBI APBN bisa ditambah agar beban APBD berkurang,” ujar Winengan.
Sekolah Rakyat Rp 220 Miliar: Solusi Pendidikan untuk Warga Kurang Mampu
Tak hanya fokus pada bantuan sosial, Bupati LAZ juga menggolkan proyek strategis Sekolah Rakyat di Kuripan Utara dengan anggaran Rp 220 miliar. Sekolah ini akan dibangun di atas lahan seluas 9 hektar dan ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.
Sambil menunggu pembangunan selesai, kegiatan belajar akan dipusatkan di SKB Gunung Sari yang akan direhabilitasi Kemensos. “Ini bukti nyata dukungan Kemensos bagi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Bupati LAZ dengan semangat.
Sinergi Pusat-Daerah: Kunci Sukses Penghapusan Kemiskinan
Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi langkah progresif Pemkab Lobar dalam mengimplementasikan arahan Presiden. “Saya yakin dalam lima tahun ke depan, Lombok Barat akan semakin sejahtera,” ujarnya.
Bupati LAZ menegaskan, strategi penanganan kemiskinan ke depan akan berbasis data akurat dan kolaborasi lintas sektor. “Setelah data tuntas, kita keroyok bersama: pusat, daerah, dan OPD,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Lombok Barat kini semakin optimis mencapai target nol kemiskinan ekstrem dalam waktu dekat. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan sinergi mampu membawa perubahan besar bagi kesejahteraan masyarakat.


















