banner 728x250

Iran Bongkar Senjata Rahasia Usai Serangan AS-Israel, Uranium 400 Kg Hilang

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Perang 12 Hari antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) telah berakhir, tetapi dampaknya justru membuka babak baru yang lebih mengkhawatirkan. Laporan intelijen terbaru mengungkapkan, 400 kilogram uranium berkemurnian tinggi milik Iran tiba-tiba menghilang dari pantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Padahal, sebelumnya, stok uranium itu berada di fasilitas nuklir yang diawasi ketat.

Serangan gabungan AS dan Israel yang menggempur tiga situs nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—ternyata tidak melumpuhkan program atom Tehran seperti yang diklaim Presiden Donald Trump. Alih-alih hancur, fasilitas-fasilitas itu hanya mengalami kerusakan minor dan bisa beroperasi kembali dalam hitungan bulan. Yang lebih mengejutkan, Iran diduga telah memindahkan uranium mereka ke lokasi rahasia yang tidak terdeteksi.

banner 325x300

AS Kebingungan, Intelijen Dunia Siaga Tinggi

Wakil Presiden AS JD Vance mengakui, pemerintahnya tidak tahu di mana uranium tersebut disembunyikan. “Ini salah satu isu kritis yang akan kami bahas dengan Iran,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan ABC. Sementara itu, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan kehilangan akses pemantauan terhadap material nuklir Iran. Padahal, sebelumnya, IAEA memiliki sistem pengawasan real-time hingga ke gudang penyimpanan terdalam.

“Jika uranium itu diperkaya hingga 90%, itu cukup untuk membuat 10 hulu ledak nuklir,” tulis Julian Borger dari The Guardian. Yang lebih mengerikan, uranium dalam jumlah besar itu bisa dipindahkan dengan mudah menggunakan kontainer seukuran tangki minyak dan diangkut oleh kendaraan biasa.

Iran vs Israel: Siapa Pemenang Sebenarnya?

Di tengah kebingungan dunia, baik Iran maupun Israel sama-sama mengklaim kemenangan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan bangga menyatakan, “Kami telah menggagalkan proyek nuklir Iran.” Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membalas, “Ini adalah kemenangan besar bagi kami.”

Faktanya, serangan AS-Israel justru memicu Iran mempercepat langkah mereka. Pakar nuklir Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute memperkirakan, Tehran kini hanya butuh waktu lima bulan untuk menyempurnakan senjata atom pertama mereka. “Israel mungkin telah membunuh 15 ilmuwan nuklir Iran, tetapi pengalaman 25 tahun mereka dalam pengembangan nuklir tidak bisa dihentikan begitu saja,” ujarnya.

AS Dikecam, Ancaman Perang Nuklir Semakin Nyata

Mantan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengkritik keras langkah Trump menyerang Iran. Menurutnya, serangan itu justru memicu Iran menyembunyikan aset nuklir mereka lebih dalam. “Simulasi yang kami lakukan di era Biden menunjukkan, serangan militer hanya akan membuat Iran semakin tertutup,” tulis Blinken di New York Times.

Sementara itu, analis keamanan global memperingatkan, dunia kini berada di ambang krisis nuklir baru. Jika Iran benar-benar memiliki senjata atom, perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah bisa tak terelakkan. Apalagi, intelijen Barat menduga Iran masih menyimpan 2.500 rudal balistik berkemampuan hulu ledak konvensional—belum termasuk yang berbasis nuklir.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dunia menunggu dengan cemas, sementara Iran mungkin sedang menyiapkan kejutan yang lebih besar.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *