banner 728x250

Kisah Nyongkolan Berujur Petaka, Pria Cekik dan Bacok Ketua RT Gara-gara Suara Gamelan Masuk Speaker Masjid

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Suasana riuh rendah nyongkolan berubah mencekam ketika seorang pria berinisial B (50) nekat menyerang Ketua RT-nya hanya karena persoalan sepele: suara gamelan yang terdengar masuk ke dalam speaker masjid. Peristiwa yang terjadi pada 22 Juni 2025 di Lingkungan Butun Indah, Kelurahan Bertais, Kota Mataram ini berawal dari ketidaksukaan pelaku terhadap suara gamelan rombongan nyongkolan yang tiba-tiba menggema melalui pengeras suara tempat ibadah.

Saat itu, korban sedang mempersiapkan speaker masjid untuk azan Maghrib. Tanpa diduga, dentuman musik tradisional Lombok itu ikut terbawa ke dalam sistem pengeras suara, membuat pelaku naik pitam. “Dia langsung menegur korban dengan nada keras, meminta speaker dimatikan karena suara gamelan ikut menyebar ke seluruh kampung,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sandubaya, Ipda Kadek Arya Suantara, Minggu (29/6).

banner 325x300

Meski korban berusaha menenangkan situasi, pelaku justru kembali dengan niat lebih berbahaya. Beberapa saat setelah cekcok pertama, pria tersebut mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam. “Korban sedang di dapur bersama istrinya ketika pelaku tiba-tiba mencekik lehernya,” lanjut Ipda Kadek.

Korban berusaha melawan dengan menggigit tangan pelaku hingga cengkeramannya terlepas. Namun, amarah pelaku belum reda. Pisau diayunkannya ke arah wajah korban, yang berhasil menangkis dengan tangan hingga terluka. Korban kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan darurat.

Keluarga korban yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sandubaya. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya pada Sabtu (28/6). Barang bukti berupa senjata tajam juga disita untuk mendukung penyidikan. “Pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif dan terancam hukuman penjara maksimal dua tahun delapan bulan berdasarkan Pasal 351 ayat (1) KUHP,” tegas Kapolsek Sandubaya.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Polisi mengingatkan pentingnya musyawarah dan pengendalian emosi demi menghindari tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *