banner 728x250

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Kota Mataram Catat Inflasi Terendah Se-NTB!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan inflasi bulanan Kota Mataram sebesar 0,43% pada Juni 2025. Angka ini menjadi sorotan lantaran secara tahunan, inflasi di ibu kota NTB itu hanya 2,14%, terendah dibandingkan wilayah lainnya di provinsi tersebut.

Meski inflasi terendah, masyarakat Mataram tetap merasakan dampak kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Tomat, cabai rawit, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi bulan ini. Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengungkapkan, lonjakan harga cabai dan tomat sangat signifikan, memengaruhi daya beli warga.

banner 325x300

“Kenaikan harga cabai dan tomat cukup drastis, turut mendorong inflasi di Mataram,” jelas Wahyudin, Rabu (2/7).

Di Pasar Kebon Roek, salah satu pasar tradisional terbesar di Mataram, harga cabai rawit telah menyentuh Rp90.000 per kilogram. Sementara tomat dijual seharga Rp25.000 per kg. Nurhasah, salah seorang pedagang, mengaku kenaikan harga terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

“Pembeli banyak yang mengeluh dan mengurangi belanja karena harga cabai dan tomat terlalu tinggi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, seluruh wilayah di NTB mengalami inflasi tahunan pada Juni 2025. Kabupaten Sumbawa mencatat inflasi tertinggi (3,02%), sedangkan Mataram menjadi yang terendah (2,14%).

Meski inflasi Mataram relatif stabil, kenaikan harga bahan pokok tetap menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, terutama cabai dan tomat, yang kerap mengalami fluktuasi tajam.

BPS NTB memprediksi, jika kenaikan harga pangan tidak terkendali, inflasi bisa terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat pun diminta bijak mengatur pengeluaran di tengah gejolak harga saat ini.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *