investigasiindonesia.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mengumumkan kabar luar biasa: Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2025 mencapai rekor membanggakan sebesar 124,13, melonjak 1,44% dibanding bulan sebelumnya. Pencapaian ini bukan sekadar angka—ini adalah bukti nyata peningkatan kesejahteraan petani NTB yang terus meroket, menandakan daya beli dan kualitas hidup mereka semakin membaik.
Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyatakan dengan bangga, “NTP Juni 2025 adalah yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ini menunjukkan kekuatan sektor pertanian NTB yang tangguh!” Kenaikan ini dipicu oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani sebesar 1,70%, jauh melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani yang hanya 0,25%. Artinya, petani semakin diuntungkan dengan pendapatan yang lebih besar dibanding pengeluaran.
Semua Subsektor Pertanian Bersinar!
Yang lebih menggembirakan, semua subsektor pertanian NTB mencatat NTP di atas 100, menunjukkan keunggulan komprehensif:
Hortikultura melesat di angka 204,41—pencapaian spektakuler!
Tanaman Pangan stabil di 116,62
Perkebunan Rakyat bertahan kuat di 109,49
Peternakan tetap solid di 113,38
Perikanan konsisten di 106,33
Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) NTB juga melonjak 1,58% menjadi 126,99, mempertegas optimisme di sektor pertanian.
Apa yang Memicu Kenaikan?
Faktor utama pendongkrak NTP adalah kenaikan harga komoditas strategis:
Gabah & Beras: Stok menipis karena peralihan musim tanam, mendorong harga naik.
Jagung: Musim panen telah lewat, pasokan berkurang, harga meroket.
Cabai Rawit & Tomat: Anomali cuaca merusak panen, pasokan lokal menipis.
Sapi Potong: Momentum Idul Adha meningkatkan permintaan, harga melambung.
“Ini adalah bukti bahwa petani NTB tidak hanya bertahan, tapi berkembang pesat!” tegas Wahyudin.
Apa Artinya Bagi Masyarakat NTB?
Kenaikan NTP bukan sekadar statistik—ini adalah cerita sukses petani yang semakin sejahtera, daya beli yang menguat, dan perekonomian desa yang bergeliat. Dengan tren positif ini, masa depan sektor pertanian NTB semakin cerah, siap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimis, momentum ini akan terus berlanjut dengan dukungan kebijakan yang tepat!” tutup Wahyudin penuh keyakinan.
Dengan pencapaian ini, NTB membuktikan diri sebagai lumbung kesejahteraan petani yang patut diperhitungkan!


















